Sukarelawan DLH Kota Tasikmalaya Menuntut Gaji, Dampaknya Pengangkutan Sampah Terhambat

Sukarelawan pengangkut sampah DLH Kota Tasikmalaya menuntut gaji
Ilustrasi Chat GPT
0 Komentar

Sejurus dengan itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Senin (4/5/2026) mengakui persoalan kesejahteraan sukwan memang menjadi perhatian pemerintah daerah. “Iya, itu memang salah satu yang sedang kami perhatikan. Bukan hanya sukwan, tapi juga tenaga honorer lainnya. Termasuk di DLH yang berkaitan dengan pengangkutan sampah,” ujar Viman.

‎‎Ia menegaskan, peran sukwan sangat vital, terutama dalam pelayanan kebersihan kota. Karena itu, Pemkot tengah mengkaji skema terbaik untuk memastikan kesejahteraan mereka ke depan.

‎‎“Jasa mereka luar biasa. Tapi memang kami juga harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Saat ini sedang dirumuskan format yang lebih baik, baik dari sisi anggaran maupun kontribusi jasa yang diberikan,” katanya.

Baca Juga:Inovasi Parkir Dishub Kota Tasikmalaya Terancam Rontok, Ada Wacana Sistem Berlangganan se-Jawa BaratTumpukan Limbah Industri di Mangkubumi Jadi Sorotan! Ketua RT Tegaskan Warga Sebatas Memanfaatkan Rongsokan

‎‎Viman juga mengaitkan persoalan ini dengan kondisi tenaga honorer lain, seperti guru. Menurutnya, pemerintah sedang berupaya membangun sistem yang lebih tertata, termasuk koordinasi dengan pemerintah pusat.

‎‎“Sekarang sudah ada beberapa skema pembayaran langsung untuk honor tertentu, sehingga lebih aman. Nah, sukwan ini juga sedang kami pikirkan seperti apa format terbaiknya,” tambahnya.

‎‎Terkait keterlambatan pembayaran, ia menyebut ada sejumlah faktor yang bisa memengaruhi. Salah satunya proses administrasi pengajuan anggaran di internal dinas.

‎‎“Kalau memang terjadi keterlambatan, bisa jadi karena beberapa faktor. Misalnya proses pengajuan dari dinas ke bagian keuangan, atau hal teknis lainnya. Tapi yang pasti, keberpihakan kami ada untuk mereka,” tegasnya.

‎‎Sementara itu, dari informasi yang beredar di media sosial, para sukwan berharap ada kepastian pembayaran dan perbaikan sistem ke depan agar kejadian serupa tidak terulang.(Rangga Jatnika/Firgiawan)

0 Komentar