Pelaku diduga datang pada malam hari dalam kondisi terpengaruh minuman keras sambil membawa dua botol berisi cairan berbahaya.
“Pelaku tiba-tiba datang dan langsung melakukan penyiraman. Sebelumnya juga sudah menyiram korban lain,” ungkapnya.
Ia menduga aksi tersebut dipicu kesalahpahaman. Pelaku diketahui merupakan mantan pekerja ekspedisi yang telah diberhentikan dan diduga menyimpan sakit hati.
Baca Juga:Diduga Jadi Korban Penyiraman Air Keras, Enam Orang Masuk RSUD dr Sokardjo TasikmalayaAnggaran dengan Menu Misterius!
Target utama diduga adalah pemilik usaha konveksi, namun yang bersangkutan berhasil melarikan diri sebelum terkena serangan.
“Pemilik usaha berhasil kabur lebih dulu, sementara kami yang ada di dalam menjadi korban,” katanya.
Korban sempat mengira cairan dalam botol telah habis, namun ternyata masih ada sisa yang kemudian kembali disiramkan kepada pekerja lainnya.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 15 karyawan terdampak, dengan sekitar 10 orang mengalami luka cukup serius dan memerlukan penanganan medis.
Saat kejadian, para pekerja tengah melakukan aktivitas produksi seperti melipat pakaian, memotong benang, hingga mencatat hasil pekerjaan.
“Diduga pelaku merasa tersinggung karena mengira dirinya dilaporkan, padahal sebenarnya kami hanya berencana menambah tenaga kerja,” pungkasnya. (Ujang Nandar)
