TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Seorang remaja berinisial F (18), warga Panguyuhan Ciodeng, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, meninggal dunia setelah diduga jadi korban pengeroyokan sekelompok orang tak dikenal (OTK), Kamis (30/4/2026) malam. Peristiwa ini menghebohkan warga dan viral di media sosial.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menerima laporan dari salah satu orang tua korban yang meminta pendampingan hukum.
Menurutnya, kejadian bermula saat para korban bersama sejumlah rekannya menghadiri nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di wilayah Singaparna Kamis malam.
Baca Juga:Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker BaruGandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas Ekonomi
Usai pertandingan, rombongan Bobotoh belia ini bergerak menuju kawasan Citiis, Galunggung. Mereka kemudian pulang sekitar pukul 01.00 WIB. Ketika melintasi turunan Cigolong, Kecamatan Padakembang, rombongan tiba-tiba dihadang sekelompok pemuda. Tanpa banyak percakapan mereka langsung dikeroyok.
“Berdasarkan pendalaman kami, rombongan anak-anak ini selesai menonton pertandingan menuju Citiis Galunggung,” ungkap Ato.
Akibat kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan menjadi korban penganiayaan. F mengalami luka parah hingga meninggal dunia. Sedangkan dua korban lainnya yang masih berstatus anak di bawah umur mengalami luka dan telah dipulangkan setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit KHZ Mustofa Tasikmalaya.
“Kami akan melakukan pendampingan dalam proses hukum di Polres Tasikmalaya, khususnya di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” katanya. (Ujang Nandar)
