Unsil Dorong Percepatan Kota Layak Anak Lewat Program Sahabat

edukasi hak anak Tasikmalaya
Sejumlah pelajar SMPN 5 Tasikmalaya menyimak paparan mahasiswa Unsil tentang hak-hak anak, di pelataran masjid sekolah, Kamis 30 April 2026. (Fitriah Widayanti/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Upaya mendorong percepatan predikat Kota Layak Anak (KLA) di Kota Tasikmalaya terus dilakukan melalui berbagai pendekatan. Salah satunya lewat edukasi bertajuk “Sahabat” (Sadar Hak Anak dan Perempuan Bermartabat) langsung kepada pelajar.

Edukasi tersebut diberikan oleh sejumlah mahasiswa Jurusan Pendidikan Masyarakat Universitas Siliwangi (Unsil) yang tergabung dalam FKIP EDU DPPKBP3A Kota Tasikmalaya di SMPN 5 Tasikmalaya, Kamis (30/4/2025).

Kegiatan ini hasil kolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Tasikmalaya serta komunitas Taman Jingga.

Baca Juga:Kado May Day, Pemerintah Batasi Outsourching Lewat Permenaker BaruGandeng BSI, Bea Cukai Tasik Bangun Konektivitas Ekonomi

Mengusung tema “Membangun Generasi yang Terlindungi dan Perempuan yang Bermartabat”, para siswa mendapatkan pemahaman terkait sejumlah isu penting. Di antaranya hak-hak dasar anak, pentingnya menjaga martabat perempuan, hingga kemampuan mengenali berbagai bentuk pelanggaran terhadap hak anak dan perempuan.

Tak hanya itu, siswa juga diperkenalkan dengan layanan Hotline Perlindungan Anak sebagai kanal pengaduan darurat. Seluruh materi disampaikan langsung oleh perwakilan DPPKBP3A Kota Tasikmalaya.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat inovasi berupa peluncuran Kotak Aspirasi. Melalui fasilitas ini, siswa dapat menyampaikan curahan hati, laporan, maupun masukan secara tertulis untuk kemudian dimasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan.

Koordinator FKIP Edu DPPKBP3A Pendidikan Masyarakat Unsil, Safa, menjelaskan bahwa kotak tersebut akan dimonitor oleh tiga pihak, yakni mahasiswa, komunitas Taman Jingga, serta pihak sekolah.

“Meskipun kotak itu kecil, nantinya akan membawa perubahan besar. Kami ingin anak-anak di Kota Tasikmalaya bisa menyuarakan dengan gamblang apa yang mereka rasakan, dan mampu mengepakkan sayap mereka setinggi-tingginya,” ujar Safa.

Lebih lanjut, Safa menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari program magang mahasiswa Unsil yang diarahkan untuk mendukung penilaian Kota Layak Anak, khususnya di wilayah Cipedes. Ia mengungkapkan, berdasarkan temuan di lapangan, masih terdapat anak-anak yang merasa tidak didengar dan mengalami kesepian saat menghadapi persoalan.

Sementara itu, pihak SMPN 5 Tasikmalaya menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Dra Teti Kustianingsih, menilai kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi siswa dalam memahami hak-hak mereka.

0 Komentar