Kini, ketika kota kembali bergerak normal, Pemkot mencoba “menghidupkan lagi ingatan lama”—bahwa jalan tak selalu harus dilalui dengan mesin, dan kota tak melulu harus berisik.
Di balik semangat itu, publik tentu menunggu konsistensi. Sebab, program lingkungan sering kali semangat di awal, lalu redup saat berhadapan dengan kenyamanan kendaraan pribadi.
CFD Rabu di Tasikmalaya pun berada di persimpangan yang sama: antara gerakan perubahan atau sekadar seremoni mingguan. (rezza rizaldi)
