Jika sisi kanan mulai terlalu padat, masalah justru muncul di sektor kiri. Saat ini Juventus hanya memiliki Lloyd Kelly sebagai bek tengah kiri utama, dengan Andrea Cambiaso di posisi bek kiri.
Pemain serbabisa seperti Cabal memang bisa menjadi pelapis di dua posisi tersebut, sementara Weston McKennie juga kerap diandalkan sebagai opsi darurat.
Namun secara kualitas dan spesialisasi, Juventus masih kekurangan bek kiri murni dan bek tengah berkaki kiri yang bisa menjadi starter.
Baca Juga:Costacurta Kecam Penyerang AC Milan: Pulisic Terburuk, Leao Malas BerlariMedia Italia: Alisson Tergoda Rayuan Juventus
Untuk mengatasi hal ini, Juventus mulai mengincar Marcos Senesi dari Bournemouth.
Bek asal Argentina itu dinilai ideal untuk memperkuat sisi kiri, namun persaingan mendapatkan tanda tangannya sangat ketat karena diminati banyak klub Eropa.
Alternatif lainnya adalah Leonardo Spinazzola, mantan pemain Juventus yang kontraknya bersama Napoli akan habis pada Juni mendatang.
Dengan pengalaman dan fleksibilitasnya, Spinazzola bisa menjadi solusi jangka pendek yang ekonomis.
Transfer Ordonez senilai Rp680 miliar jelas menjadi langkah ambisius Juventus. Ia bisa menjadi pilar masa depan di lini belakang, sekaligus memperkuat identitas permainan tim.
Namun, kedatangannya juga membuka persoalan baru: ketidakseimbangan komposisi skuad.
Juventus harus cermat dalam menjual pemain, serta menambal kekurangan di sisi kiri jika ingin memiliki lini pertahanan yang solid dan kompetitif.
Dengan bursa transfer yang masih panjang, menarik untuk melihat bagaimana Spalletti meracik ulang lini belakangnya.
Baca Juga:Pepo Martinez Tak Mau Jadi Cadangan, Inter Ragu Datangkan VicarioSiapa Paul Mendy, “Lamine Yamal Cagliari” yang Butuh 13 Detik untuk Bobol Gawang Atalanta
Satu hal yang pasti, wajah pertahanan Juventus musim depan berpotensi sangat berbeda dibanding musim ini.
