Bersama tim Primavera Roma, ia bahkan meraih gelar Coppa Italia Primavera dan Supercoppa Italia musim 2016/2017 sebelum akhirnya dijual ke Sassuolo seharga sekitar €5 juta atau setara Rp85 miliar.
Selain klub Italia, Frattesi juga memiliki pasar di Premier League dan sempat diminati Fenerbahce pada Januari lalu.
Inter sebenarnya juga memiliki target lain di lini tengah, yakni Manu Kone.
Baca Juga:Intip Lini Belakang Juventus jika Datangkan Bek Ekuador Seharga Rp680 Miliar: Federico Gatti Bakal Jadi KorbanCostacurta Kecam Penyerang AC Milan: Pulisic Terburuk, Leao Malas Berlari
Namun, harga yang dipatok Roma untuk pemain tersebut berkisar €35–40 juta (sekitar Rp595 miliar hingga Rp680 miliar), angka yang cukup tinggi untuk kondisi finansial klub saat ini.
Dalam konteks itu, Jones dinilai sebagai opsi yang lebih ekonomis. Dengan situasi kontraknya yang belum jelas, Liverpool berpotensi melepasnya dengan harga lebih rendah dibandingkan Koné.
Langkah Inter membidik Jones sekaligus membuka peluang melepas Frattesi menunjukkan adanya pergeseran strategi.
Klub tampaknya ingin menghadirkan gelandang dengan karakter berbeda—lebih fleksibel, teknis, dan mampu beradaptasi dengan berbagai skema permainan.
Musim panas nanti akan menjadi momen krusial bagi Nerazzurri. Jika transfer ini terealisasi, maka lini tengah Inter berpotensi mengalami wajah baru, dengan Jones sebagai bagian dari proyek jangka menengah klub.
Di sisi lain, kepulangan Frattesi ke Roma juga bisa menjadi cerita tersendiri—sebuah perjalanan yang berputar kembali ke titik awal, namun dengan pengalaman dan kematangan yang jauh berbeda.
