Mereka juga mengidentifikasi permasalahan klien, memilih bahan bacaan yang sesuai, menyusun alur sesi, hingga mempresentasikan hasil kurasi buku.
Salah satu peserta, guru MI Winduraja Kawali, Ires Resmawati, mengaku mendapat perspektif baru dari kegiatan tersebut. Ia menilai biblioterapi dapat menjadi pendekatan alternatif dalam membantu siswa mengatasi berbagai persoalan dalam proses belajar.
Menurutnya, melalui metode ini, buku tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa. (Fitriah Widayanti)
