GARUT, RADARTASIK.ID – Intensitas hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut bagian selatan sejak Rabu, 22 April 2026, memicu bencana tanah longsor di Desa Wangunjaya, tepatnya di ruas jalan penghubung Bungbulang-Caringin.
Material longsor yang menumpuk menutup seluruh badan jalan, membuat akses kendaraan dari kedua arah lumpuh total.
Kapolsek Bungbulang, AKP Priyo Sumbodo, menyampaikan, saat ini tim gabungan dari unsur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), kepolisian, dan masyarakat setempat tengah melakukan penanganan darurat.
Baca Juga:Bencana Alam Garut: Jembatan Ciwarunga Diperbaiki Sementara, Pemerintah Siapkan Penanganan Jangka PanjangPersigar Garut Siap Tantang Liga 3, Kadispora Optimis Tim Kebanggaan Bisa Naik Kasta
Material longsor yang cukup besar membuat akses jalan dari Bungbulang menuju Caringin tertutup sepenuhnya.
Pembersihan dilakukan secara manual sambil menunggu kedatangan alat berat untuk mempercepat evakuasi material.
Untuk mencegah penumpukan kendaraan dan memastikan keselamatan warga, polisi menutup sementara jalur Bungbulang via Caringin hingga kondisi dinyatakan aman.
Masyarakat yang ingin bepergian diminta menggunakan rute alternatif, seperti melalui Mekarmukti-Cijayana, jalur Pameungpeuk, atau jalur nasional Lingkar Selatan.
Priyo menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan.
Warga diimbau untuk tidak mendekati lokasi bencana dan selalu mengikuti arahan petugas agar terhindar dari risiko tambahan.
Ia menegaskan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama selama proses evakuasi berlangsung. “Tetap waspada dengan kondisi cuaca,” ungkapnya, Kamis, 23 April 2026.
Longsor ini menjadi peringatan bagi warga dan pengendara untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca ekstrem dan mematuhi petunjuk pihak berwenang, khususnya saat melintasi wilayah rawan bencana di Garut selatan. (Agi Sugiana)
