Selain melakukan pembinaan kepada pondok pesantren, Kemenag Ciamis juga memprioritaskan pendampingan terhadap para korban. Koordinasi dilakukan bersama Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Ciamis.
“Hal itu untuk memastikan supaya para korban bagaimana tetap melanjutkan mengaji atau sekolah. Akan tetapi saya dengar korban sudah ada yang mulai sekolah lagi,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, Kemenag Ciamis akan memperkuat koordinasi dengan Forum Pondok Pesantren dan MUI untuk mendorong terwujudnya lingkungan pesantren yang ramah anak.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Kita akan terus berkomunikasi melalui Forum Pondok Pesantren dan MUI terus mengingat pondok Pesantren supaya ramah anak. Berharap kejadian ini harapannya tidak terjadi lagi,”ujarnya. (riz)
