Sedangkan yang memiliki suara adalah 10 PAC, banom kolektif kolegial 1 suara dan perwakilan DPC dengan majelis kolektif kolegial 1 suara. Total 12 suara.
“Yang dipilih itu nanti formatur, bukan ketua. Nanti formatur yang mengusulkan, dan keputusan akhir tetap di DPP,” katanya.
Dengan mekanisme itu, siapa pun yang berharap menang lewat “permainan struktur dadakan”, tampaknya harus berpikir ulang. Karena pada akhirnya, palu tetap di tangan pusat.
Baca Juga:Khansa Salsabilla Tembus Top 24 The Icon Indonesia, DPRD Dorong Dukungan Pemkot TasikmalayaDua Dunia BPKAD Kota Tasikmalaya!
Sementara itu, suhu politik di tubuh PPP Kota Tasikmalaya masih terus menghangat. Perlahan, tapi pasti—seperti air di atas kompor. Belum mendidih, tapi gelembungnya mulai terlihat. (rezza rizaldi)
