TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Di tengah stigma birokrasi yang kerap identik dengan meja penuh berkas dan ritme kerja yang “begitu-begitu saja”, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya justru mencuri perhatian.
Bukan karena sensasi, melainkan prestasi.
Diskominfo Kota Tasikmalaya resmi meraih peringkat pertama dalam Evaluasi Penilaian Reformasi Birokrasi Perangkat Daerah Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam apel pagi di Halaman Bale Kota Tasikmalaya, Senin 13 April 2026.
Baca Juga:Tol Getaci Sepi Investor, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Angkat Bicara PPP Kota Tasikmalaya Tegaskan Perubahan SK PAC Bukan karena “Meninggal”
Capaian ini menjadi sinyal bahwa upaya pembenahan birokrasi bukan sekadar jargon tahunan.
Setidaknya, di tubuh Diskominfo, reformasi mulai terasa sebagai kerja nyata—bukan hanya bahan presentasi.
Kepala Diskominfo Kota Tasikmalaya, H. Amran Saefullah, menyebut capaian tersebut sebagai hasil kolektif, bukan kerja satu-dua orang.
“Ini buah dari kolaborasi seluruh jajaran. Sekaligus menjadi pemacu bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Di balik penghargaan itu, ada pesan yang tak kalah penting: reformasi birokrasi tak bisa berhenti di atas kertas.
Ia harus menjelma dalam pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan responsif.
Di saat sebagian perangkat daerah masih berkutat dengan ritme lama, capaian Diskominfo ini seperti tamparan halus—bahwa perubahan itu mungkin, jika memang dikerjakan dengan serius.
Baca Juga:Khansa Salsabilla Tembus Top 24 The Icon Indonesia, DPRD Dorong Dukungan Pemkot TasikmalayaDua Dunia BPKAD Kota Tasikmalaya!
Pemerintah Kota Tasikmalaya pun berharap capaian ini bisa menjadi pemantik. Bukan hanya untuk mengejar nilai evaluasi, tapi juga memperbaiki wajah pelayanan publik secara menyeluruh.
Karena pada akhirnya, reformasi birokrasi bukan soal siapa paling tinggi nilainya. Tapi siapa yang paling terasa manfaatnya oleh masyarakat. (firgiawan)
