“Mengandalkan terlalu banyak pemain muda bisa menurunkan ambisi tim, dan saya tidak tahu apakah lingkungan seperti Roma bisa menerimanya,” jelasnya.
Sebagai solusi ideal, Gasperini menyebut tipe pemain dengan kualitas tinggi namun masih dalam batas finansial yang wajar.
Ia bahkan menyebut beberapa profil pemain seperti Donyell Malen dan Wesley França sebagai contoh target yang sesuai.
Baca Juga:Ariedo Braida: Italia Butuh Sosok Seperti Paolo Maldini dan Del PieroMedia Italia: Luciano Spalletti Setuju Perpanjang Kontrak dengan Juventus
Menurutnya, pemain dengan karakteristik tersebut menawarkan keseimbangan antara kualitas dan keberlanjutan finansial.
Meski tidak mudah untuk direkrut, Gasperini menilai bahwa pendekatan ini adalah arah yang paling realistis untuk membangun tim yang kompetitif.
“Apakah mudah mendapatkan pemain seperti itu? Tentu tidak. Tapi mungkin memang di situlah kita harus bekerja,” tambahnya.
Di sisi lain, laga melawan Pisa juga akan diwarnai momen emosional.
Klub asal Tuscany tersebut akan mengenakan ban hitam sebagai bentuk penghormatan kepada Mircea Lucescu yang baru saja meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Pisa sendiri memiliki hubungan historis dengan Lucescu, yang pernah melatih klub tersebut dalam kariernya di Italia.
Pertandingan ini pun bukan sekadar soal tiga poin, tetapi juga menjadi panggung bagi Roma untuk menunjukkan konsistensi mereka di akhir musim.
Baca Juga:Deco Tak Tertarik Boyong Rafael Leao ke BarcelonaSiapa Jacopo Mirra? Kapten Primavera AS Roma yang Dibawa Gasperini Melawan Pisa
Sementara bagi Gasperini, laga ini menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun fondasi tim yang ia yakini bisa bersaing di level tertinggi, dengan atau tanpa tekanan target dari manajemen.
