Di sela tawa, ada juga pembicaraan serius. Tentang ulang tahun. Bukan ulang tahun orang. Tapi ulang tahun komunitas. Scooter Tasikmalaya Club akan genap 28 tahun. Sebuah usia yang tidak muda untuk komunitas.
Rencananya, perayaan akan digelar 20–21 Juni 2026 di Lapangan STIMIK Tasikmalaya. Targetnya tidak main-main. Seribu peserta vespa dari seluruh Indonesia.
Satu angka yang besar. Satu potensi yang juga besar. Diky Candra pun memberi saran ringan, tapi penting: jadikan acara itu sebagai momentum mempromosikan kota.
Promosikan ciri khas. Promosikan potensi.
Baca Juga:Polisi di Kota Tasikmalaya Terus Selidiki Kasus Penganiayaan Ibu Rumah Tangga Besok ASN Kota Tasikmalaya Mulai WFH, Birokrasi Dipaksa Lebih Hemat
Perkenalkan wajah Kota Tasikmalaya kepada para tamu dari berbagai daerah. Saran yang terdengar sederhana. Tapi terasa strategis.
Malam semakin larut. Hujan masih setia turun. Namun di dalam sekre, suasana terasa hangat. Tawa masih terdengar. Cerita masih mengalir. Kacang rebus tinggal separuh. Gulai entog hampir tandas. Para pengurus STC terlihat bangga.
Tidak setiap hari orang nomor dua di Kota Tasikmalaya datang ke markas komunitas. Tidak setiap hari pejabat datang tanpa sekat. Tanpa jarak. Tanpa formalitas berlebihan.
Silaturahmi malam itu bukan sekadar kunjungan. Ia menjadi pengikat. Penguat rasa kebersamaan. Harapan pun ikut diselipkan. Bahwa kehadiran Diky Candra bukan hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga membantu menyukseskan anniversary ke-28 nanti. Hujan boleh turun semalaman. Tapi malam itu, yang paling deras justru tawa. (red)
