Seniman Korea Buka Mata Kota Tasikmalaya: Seni Alam Tak Butuh Seremonial

seniman Korea Selatan di Kota Tasikmalaya
Seniman Korea Selatan, Kang Hee Jon, menampilkan karya seni Nature Art yang telah ia buat selama 45 tahun, Rabu (1/4/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Dia mencari sesuatu yang tidak ada di Korea, tapi ada di Indonesia,” kata Andi.

Ironisnya, sesuatu itu sering kali justru kita abaikan.

Pembina Komunitas Cermin Tasikmalaya, Ashmansyah Timutiah alias Acong, menilai kekuatan karya Kang justru terletak pada kesederhanaan yang jujur.

“Detail kecil seperti jerami, ranting, bahkan tubuh sendiri bisa jadi karya. Di situ letak kekuatannya,” katanya.

Baca Juga:Jenazah Pria Ditemukan di Kamar Mandi Dadaha Kota TasikmalayaAlarm Kerja Nyata PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya dari Ono Surono

Di tengah Kota Tasikmalaya yang terus tumbuh dengan beton dan rutinitas, kehadiran Kang seperti pengingat sunyi: alam bukan sekadar latar belakang, melainkan sumber makna yang terus menunggu untuk dibaca.

Tanpa seremoni berlebihan, tanpa panggung protokoler, justru dari hal kecil itu seni menemukan suaranya. Dan Kota Tasikmalaya—setidaknya untuk sesaat—diajak berhenti, lalu melihat lebih dekat. (ayu sabrina barokah)

0 Komentar