Daniel datang dengan bekal kuat, dukungan dari 22 DPD kabupaten/kota dan enam organisasi sayap. Ia sudah mendaftar sejak sehari sebelumnya. Dan ia tahu, ia akan menang.
Namun yang lebih menarik bukan kemenangan itu. Melainkan siapa yang menyaksikannya. Dari dekat. Sangat dekat.
Setelah palu diketuk, Amir Mahpud berdiri. Ia memberi selamat. Nada bicaranya ringan. Tapi pesannya jelas.
Baca Juga:SDM Kota Tasikmalaya Terendah (2): Efek yang Tidak Terlihat, Tapi Terasa!KA Ciremai Tertahan Longsor di Jalur Maswati-Sasaksaat
Ia berharap Golkar dan Gerindra bisa bersama-sama membangun Jawa Barat. Kalimat yang terdengar normatif. Tapi di telinga politisi, itu seperti membuka pintu.
Atau setidaknya… mengetuknya.
Musda XI Golkar ini mungkin akan dicatat sebagai forum rutin lima tahunan. Tapi kehadiran satu orang dengan kemeja empat kantong itu—membuatnya berbeda.
Sebab kadang, arah politik tidak ditentukan oleh hasil sidang. Melainkan oleh siapa yang duduk diam dan diam-diam diperhatikan. Dan di Bandung, awal April ini, banyak yang merasa: sesuatu sedang dipersiapkan. (red)
