Kebijakan Parkir di Pantai Pangandaran Diprotes Pelaku Usaha

Kebijakan parkir pantai pangandaran
Kolase foto-foto pengusaha wisata di Pantai Pangandaran protes kebijakan parkir, jumat (3/4/2026).
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Sejumlah pelaku usaha wisata di kawasan wisata Pantai Pangandaran menyampaikan protes kepada Bupati Pangandaran terkait kebijakan pengelolaan parkir yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.

Salah satu pelaku usaha wisata Hakim (40) mengungkapkan bahwa kebijakan parkir yang baru itu, memicu ketidakpuasan di kalangan masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata.

Ia menyebut, banyak pihak merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang diterapkan dinilai tidak berpihak pada kepentingan bersama.

Baca Juga:Aktivis Mahasiswa Sebut DPRD Kota Tasikmalaya Gagal Mengawal Penyelesaian BanjirRumah Ono Surono Digeledah KPK Saat Dirinya Konsolidasi Partai di Aula Kesbangpol Kota Tasikmalaya

“Kami para pelaku usaha di pantai merasakan langsung dampaknya. Banyak yang tidak puas karena kebijakan ini seolah tidak mempertimbangkan kondisi di lapangan,” jelasnya Jumat (3/4/2026).

Ia menambahkan, kebijakan penataan parkir yang dipusatkan di eks Pasar Wisata telah berdampak pada menurunnya pendapatan para pelaku usaha, termasuk jasa transportasi lokal seperti becak motor.

Para pengemudi becak motor kini kesulitan mendapatkan penumpang karena wisatawan diarahkan menggunakan layanan shuttle Bus yang disediakan pemerintah.

“Banyak pengemudi becak motor tidak kebagian penumpang. Sementara shuttle jumlahnya terbatas, sehingga tetap terjadi penumpukan dan kemacetan di titik tertentu,” katanya.

Hakim juga menilai, kebijakan tersebut belum memberikan solusi yang menyeluruh, bahkan cenderung menimbulkan persoalan baru di lapangan. Ia berharap pemerintah daerah dapat segera melakukan evaluasi bersama dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata.

Menurutnya, regulasi yang dibuat seharusnya tepat sasaran dan tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu. Ia menegaskan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kemaslahatan bersama, bukan kepentingan segelintir pihak.

“Kami ingin ada evaluasi bersama. Pemerintah harus menciptakan aturan yang adil dan tidak berpihak pada kelompok tertentu saja,” tegasnya.

Baca Juga:Tiang Reklame Mengancam Keselamatan, Perlu Pemeriksaan Usai Cuaca Ekstrem2026 Penuh Teriakan! Mulai Pencairan Proyek Sampai Urusan THR

Lebih lanjut, ia meminta Bupati Pangandaran untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil yang selama ini turut berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Hakim juga mengingatkan agar kebijakan yang diambil tidak bersifat sementara atau hanya muncul pada momen tertentu tanpa solusi jangka panjang. Menurutnya, kebijakan yang tidak matang justru berpotensi memicu konflik dan keresahan di tengah masyarakat.

0 Komentar