RADARTASIK.ID – Kegagalan tim nasional Italia kembali lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun memicu reaksi keras dari berbagai tokoh sepak bola.
Salah satu kritik paling tajam datang dari mantan pelatih legendaris, Fabio Capello, yang menyebut kekalahan dari Bosnia sebagai aib nasional.
Italia tersingkir usai kalah adu penalti dalam laga yang berlangsung di Zenica yang memastikan Azzurri kembali absen di Piala Dunia 2026, melanjutkan tren buruk setelah gagal tampil pada edisi 2018 dan 2022.
Baca Juga:Italia Tak Lolos ke Piala Dunia, Presiden Napoli Minta Tim Serie A Dikurangi Jadi 16 TimMoratti: Tak Ada Gunanya Gattuso Memikul Tanggung Jawab Melebihi Kemampuannya
Dalam wawancaranya dengan media Spanyol Marca, Capello tidak menahan emosinya dan mengaku sulit menerima kenyataan pahit tersebut, bahkan hingga kehilangan waktu istirahat.
“Saya tidak bisa tidur semalaman. Saya masih tidak percaya dengan apa yang terjadi,” ujarnya.
“Kita berbicara tentang negara dengan empat gelar juara dunia. Ini adalah tragedi olahraga, sebuah aib. Salah satu momen terburuk dalam sejarah sepak bola Italia modern,” kritiknya.
Namun, kritik Capello tidak hanya ditujukan kepada para pemain atau staf pelatih.
Ia justru menyoroti kepemimpinan di level tertinggi federasi sepak bola Italia sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kegagalan ini.
Menurut Capello, tidak adanya langkah mundur dari para petinggi federasi justru menjadi masalah terbesar saat ini.
Baginya, sikap tersebut mencerminkan kurangnya tanggung jawab terhadap situasi yang terjadi.
Baca Juga:Enzo Fernandez Beri Sinyal Ingin Gabung Real MadridSimone Inzaghi Kandidat Terkuat Pengganti Gattuso di Timnas Italia
“Tidak ada satu pun yang mengundurkan diri, dan itu adalah hal yang paling mengkhawatirkan,” tegasnya.
“Orang pertama yang seharusnya mengambil tanggung jawab adalah presiden federasi, bersama seluruh jajaran kepemimpinan,” sindirnya.
Pernyataan tersebut jelas mengarah kepada Presiden FIGC, Gabriele Gravina, yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur meski tekanan publik terus meningkat.
Capello juga menegaskan bahwa kegagalan ini bukan sekadar hasil buruk dalam satu pertandingan, melainkan cerminan dari masalah yang lebih dalam dan sistemik dalam sepak bola Italia.
“Ini bukan hanya soal hasil, ini adalah masalah struktural,” jelasnya.
“Italia perlu menemukan kembali jati dirinya. Kita harus mengumpulkan para ahli, menganalisis apa yang sebenarnya terjadi, dan mulai membangun ulang dari fondasi,” tuturnya.
