Michael Cuomo Sindir Rafael Leao: Ia Seperti Mobil Ferrari Bermesin Kecil

Rafael Leao
Rafael Leao Tangkapan layar Instagram@acmilan
0 Komentar

Ia bahkan menyebut kehadiran Rabiot membenarkan pandangan Massimiliano Allegri tentang kekuatan karakter skuad Milan saat ini.

Menurutnya, Milan membutuhkan lebih banyak pemain dengan mentalitas seperti Strahinja Pavlovic—petarung, agresif, dan penuh determinasi.

Ia mencontohkan bagaimana kontribusi Pavlovic dan Rabiot menjadi penentu kemenangan dalam laga melawan Torino.

Baca Juga:Gianfranco Teotino Tuding Formasi 3-5-2 yang Buat Italia Gagal Lolos ke Piala DuniaTawaran Rp850 Miliar Ditolak Inter, Barcelona Siap Korbankan Dani Olmo Demi Alessandro Bastoni

“Sepak bola itu rumit, tapi juga sederhana. Ketika Anda butuh menang, pemain dengan mentalitas kuat yang akan membuat perbedaan,” katanya.

Secara statistik, Leao sebenarnya menunjukkan peningkatan. Hingga awal Maret 2026, ia telah mencetak 9 gol dan 2 assist dari 20 penampilan di Serie A—catatan yang melampaui produktivitas golnya pada musim sebelumnya dalam periode yang lebih singkat.

Namun, performa tersebut tidak lepas dari kendala. Leao sempat mengalami cedera otot (pubalgia) yang memengaruhi kecepatannya, salah satu senjata utama dalam permainannya.

Selain itu, perubahan peran di lapangan juga memicu perdebatan, termasuk saat ia dimainkan sebagai penyerang tengah.

Kritik dari berbagai pihak pun terus berdatangan. Beberapa pengamat, termasuk Paolo Di Canio, bahkan menilai Milan terkadang tampil lebih solid tanpa kehadirannya.

Meski demikian, manajemen Milan tetap melihat Leao sebagai bagian penting dari proyek jangka panjang.

Klub dilaporkan tengah mempertimbangkan perpanjangan kontrak untuk mengamankan masa depannya, di tengah minat dari klub-klub Liga Inggris seperti Arsenal.

Baca Juga:Jurnalis Italia: Bursa Transfer Januari Bikin Gasperini dan Massara Tak AkurItalia Gagal Lolos ke Piala Dunia, Sandro Sabatini: Bastoni Akan Memikul Tanggung Jawab yang Sangat Lama

Situasi ini menggambarkan dualitas dalam diri Leao: seorang pemain dengan talenta luar biasa, tetapi masih berjuang menemukan konsistensi.

Bagi Milan, tantangannya kini adalah bagaimana mengubah “Ferrari bermesin kecil” itu menjadi mesin penuh tenaga yang bisa melaju stabil sepanjang musim.

0 Komentar