Ketika Kelelahan Mudik saat Lintasi Tasikmalaya, Ayah Tinggalkan Anak Tanpa Sadar

mudik Tasikmalaya ayah anak terpisah
Polisi saat mempertemukan ayah dan anak yang terpisah karena kelelahan saat mudik. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Subuh di wilayah Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, biasanya hanya diisi suara ayam jantan dan sisa kantuk warga.

Namun Kamis (19/3/2026) pukul 05.00 WIB, suasana itu pecah oleh tangis seorang anak di kawasan Perum Saga (Sawah Garing), Desa Pasirhuni.

Bukan tangis biasa. Tangis yang membawa cerita perjalanan jauh—dan kelalaian yang nyaris jadi petaka.

Anak laki-laki itu, Muhamad Fitriana Akbar (9), terduduk bingung.

Baca Juga:PR Zero Alkohol Masih Mengintip: 5.555 Botol Miras Dimusnahkan di Kota TasikmalayaSasana Boxing Rangkul Anak Muda Kota Tasikmalaya, Tebar Ratusan Takjil di Jalan Raya

Ia terbangun dari tidur, namun ayah yang tadi membawanya mudik, lenyap entah ke mana.

Sepeda motor masih ada, tapi yang seharusnya menggenggam setang kehidupan, justru “menghilang” bersama rasa lelahnya.

Warga yang menemukan bocah itu langsung bergerak.

Laporan cepat sampai ke Bhabinkamtibmas Polsek Ciawi.

Polisi datang, bukan hanya membawa seragam dan prosedur, tapi juga empati yang kadang lebih dibutuhkan daripada sirene.

Dari cerita yang terpotong-potong oleh isak tangis, diketahui sang anak sebelumnya dibonceng ayahnya dari perjalanan panjang.

Rute yang mereka tempuh bukan kaleng-kaleng: dari Lampung menuju Bandung, lalu lanjut ke Ciamis.

Sebuah perjalanan yang jika tubuh tak diajak kompromi, bisa berujung seperti ini—lengah.

Petugas mencoba menyisir lokasi. Namun nihil. Sang ayah tak kunjung ditemukan.

Baca Juga:Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Tasikmalaya, Khotib Tekankan Persatuanikuti Rukyat Global, PPIK Rayakan Idul Fitri Lebih Dulu di Kota Tasikmalaya

Akhirnya, demi keamanan, anak beserta motor dan barang bawaannya dibawa ke Polsek Ciawi.

Di sana, bukan interogasi yang lebih dulu hadir, melainkan upaya menenangkan hati kecil yang sempat tercecer di jalan.

Tak butuh waktu lama. Sekitar 200 meter dari lokasi awal, petugas menemukan seorang pria tertidur di depan rumah warga.

Bukan gelandangan, bukan pula orang asing.

Ia adalah Dian Nurdiana (31), ayah yang tanpa sadar meninggalkan anaknya—karena kalah oleh kantuk yang memaksa.

Ironisnya, jarak mereka tak sampai satu lapangan sepak bola.

Tapi kelelahan membuat keduanya seolah berada di dunia yang berbeda.

Saat dipertemukan kembali di Polsek Ciawi, tak ada kata-kata panjang. Hanya tatapan lega yang sulit diterjemahkan.

Perjalanan mudik yang seharusnya jadi momen hangat keluarga, nyaris berubah jadi cerita kehilangan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, menyebut kejadian ini murni akibat kelelahan. Sebuah faktor klasik yang sering diremehkan para pemudik.

0 Komentar