RADARTASIK.ID – Pelatih Como 1907, Cesc Fàbregas, melontarkan kritik tajam kepada pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, setelah pertandingan panas antara kedua tim.
Fabregas menilai Gasperini tidak menunjukkan sikap sportif karena meninggalkan lapangan tanpa berjabat tangan seusai pertandingan.
Laga yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia itu sendiri berakhir dramatis dengan kemenangan 2-1 untuk Como.
Baca Juga:Menang Telak, Joan Laporta Kembali Jadi Presiden BarcelonaLazio Kubur Impian Scudetto AC Milan, Leao Ngamuk Saat Diganti
Pertandingan berjalan penuh tensi dengan sejumlah peluang, perubahan momentum, serta insiden penting yang memengaruhi jalannya laga.
Roma sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui gol penalti Donyell Malen.
Penalti diberikan setelah bek Como Ramon melakukan pelanggaran terhadap Stephan El Shaarawy di area terlarang.
Malen yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Gol tersebut menjadi gol ketujuh Malen musim ini bersama Roma. Menariknya, pemain asal Belanda itu langsung menjadi top skor sementara Giallorossi, meskipun ia baru bergabung pada bursa transfer Januari lalu.
Meski tertinggal, Como tidak kehilangan kepercayaan diri.
Tim asuhan Fabregas justru tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan perlahan meningkatkan tekanan ke lini pertahanan Roma.
Memasuki babak kedua, perubahan taktik dari Fabregas mulai membuahkan hasil. Ia memasukkan penyerang murni Anastasios Douvikas untuk meningkatkan daya gedor timnya di lini depan.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Striker asal Yunani itu berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan peluang di depan gawang dan mengecoh kiper Roma Mile Svilar.
Baca Juga:Costacurta Yakin Inter Akan Memenangkan Scudetto: Laga Lawan Atalanta Jadi PembuktianCostacurta: AC Milan Butuh Bek Tengah Seperti Baresi
Skor 1-1 membuat pertandingan semakin terbuka. Namun momen yang benar-benar mengubah jalannya laga terjadi beberapa saat kemudian.
Bek Roma Wesley yang sebelumnya sudah menerima kartu kuning, menghentikan serangan balik cepat Como yang dipimpin oleh Assane Diao.
Wasit tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua yang otomatis berubah menjadi kartu merah.
Roma pun harus melanjutkan pertandingan dengan hanya 10 pemain di lapangan.
Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Como. Mereka meningkatkan intensitas serangan dan terus menekan pertahanan Roma.
Meskipun Svilar tampil luar biasa dengan beberapa penyelamatan penting, tekanan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil.
