Beberapa bahkan melanjutkan pendidikan di kampus berbasis NU dan Muhammadiyah.
Prinsip yang dijaga sederhana: pengasuhan kemanusiaan, bukan indoktrinasi.
Di sudut Kota Tasikmalaya itu, rumah sederhana tersebut mungkin tak terlihat mencolok. Namun bagi anak-anak yang pernah kehilangan arah, tempat itu perlahan menjadi sesuatu yang jauh lebih penting: rumah kedua. (ayu sabrina barokah)
