Melalui sistem tersebut, satu kandang diharapkan mampu menghasilkan sekitar 15 butir telur setiap hari. Telur yang dihasilkan juga memiliki nilai gizi tinggi karena ayam diberi pakan organik yang diperkaya dengan maggot.
“Telur yang dihasilkan kaya protein, omega 3, dan DHA. Karena proses pemeliharaannya menggunakan pakan organik yang sehat,” katanya.
Hasil produksi telur tersebut nantinya akan dimanfaatkan langsung oleh keluarga penerima manfaat. Sekitar lima butir telur dapat dikonsumsi oleh keluarga sebagai sumber gizi harian, terutama bagi ibu hamil dan balita.
Baca Juga:SSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak YatimSekda Kabupaten Tasikmalaya Jadi Staf Ahli, Bupati Lakukan Rotasi dan Mutasi 24 Pejabat
Sementara 10 butir lainnya dapat dijual untuk menambah pendapatan keluarga.Selain bantuan sarana budidaya, pemerintah juga menyiapkan pendamping khusus untuk memastikan program berjalan efektif. Pendamping tersebut bertugas memberikan bimbingan teknis mulai dari perawatan ayam, budidaya maggot, hingga pengelolaan hasil produksi.
Dengan konsep terpadu tersebut, PESTA TELUR diharapkan tidak hanya membantu memperbaiki asupan gizi keluarga, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjadi salah satu strategi inovatif dalam menekan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya. (ujg)
