TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Kota Tasikmalaya, Minggu (1/3/2026) sore tak hanya dipenuhi suara knalpot Vespa, tapi juga gema doa dan kepedulian.
Scooter Tasikmalaya Club (STC) berkolaborasi dengan Kapolres Tasikmalaya Kota menggelar kegiatan Scoot Ramadhan Mubarak berupa santunan anak yatim, tausiah, buka bersama, hingga tarawih berjamaah di Aula RA Kartini Kampus UPI Tasikmalaya.
Kegiatan diawali dengan Rolling Thunder bertema Satu Aspal, Sejuta Kebaikan.
Rombongan motor start dari Mapolres Tasikmalaya Kota, melintasi Jalan Letnan Harun, Djuanda, Martadinata, Dr Sukardjo, HZ Mustofa, Dadaha, dan finis di Kampus UPI.
Baca Juga:Raker PSSI Kota Tasikmalaya Tanpa Kongres, Mesin Kompetisi Dipanaskan dari Usia 10 Tahun sampai Veteran 40+Ramadan Berkah, Kadin Kota Tasikmalaya dan Arfan Foundation Kucurkan Bantuan Rp100 Juta
Jalanan Kota Tasikmalaya sore itu bukan hanya dilewati konvoi, tapi juga semangat berbagi.
Sebanyak 100 anak yatim piatu menerima santunan dalam acara yang dikemas sederhana namun penuh makna.
Ketua Scooter Tasikmalaya Club Enan Suherlan mengatakan kegiatan ini menjadi ladang pengabdian sekaligus penguatan silaturahmi.
“Tema kami Scoot Ramadhan Mubarak. Kami ingin Ramadhan ini bukan cuma soal riding, tapi juga soal berbagi, kajian, santunan yatim, dan ditutup salat tarawih bersama. Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana berkat kolaborasi dengan Kapolres dan semua pihak,” ujar Enan.
Ia mengapresiasi dukungan Kapolres Tasikmalaya Kota yang ikut langsung dalam Rolling Thunder.
“Biasanya kami rolling sendiri, hari ini bersama Kapolres. Motor boleh tua, tapi semangatnya baru semua,” katanya dengan nada ringan.
Kapolres Tasikmalaya Kota Andi Purwanto menilai kegiatan tersebut sebagai contoh sinergi positif antara komunitas dan kepolisian.
Baca Juga:Ramadan di Tasikmalaya, PNM dan Gandara Group Tebar 1.000 Paket Takjil di Tiga TitikDiduga Korsleting Listrik, Motor Nyaris Bikin SPBU Kawalu Kota Tasikmalaya Jadi Api Unggun Siang Bolong
Menurutnya, keamanan dan keharmonisan Kota Tasikmalaya tidak bisa berdiri sendiri tanpa kolaborasi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat positif. Polisi tidak bisa berjalan sendiri menjaga keamanan. Harus bersama masyarakat. Hari ini kita membuktikan, motor bisa jadi alat silaturahmi, bukan hanya alat perjalanan,” tutur Andi Purwanto.
Ia juga menyampaikan pesan layanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan mahasiswa, agar memanfaatkan layanan darurat 110.
“Kalau ada apa-apa, jangan sungkan. Polisi hadir bukan hanya saat ada masalah, tapi juga saat ada kebaikan,” tegasnya.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Budi Mahmud Saputra yang turut hadir mengapresiasi konsistensi STC dalam kegiatan sosial.
