Ketika kesempatan itu tak kunjung datang, ia memilih jalan berbeda: “Pada akhirnya, saya bergabung dengan Intersport untuk memiliki kehidupan sosial.”
Pernyataan tersebut mencerminkan sisi manusiawi seorang mantan bintang. Jauh dari sorotan kamera dan gemerlap stadion, ia hanya ingin kembali menjalani kehidupan normal.
Mathieu juga mengungkapkan bahwa masa pensiun tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Ia sempat mengalami depresi setelah karier profesionalnya berakhir. Selain itu, ia menyebut adanya proses hukum yang sedang berlangsung di Prancis, meski enggan membeberkan detailnya.
Baca Juga:Gesekan Tare dan Furlani Ganggu Ambisi Allegri Bawa AC Milan Kembali Disegani di Liga ChampionsTertarik Gabung AC Milan, Casemiro Hubungi Luka Modric
“Saya tidak bisa membicarakannya, itu menyebabkan banyak masalah bagi saya. Saya hanya bisa mengatakan bahwa mereka sedang menghakimi saya,” tuturnya.
Meski demikian, Mathieu menegaskan bahwa pekerjaannya saat ini bukanlah tujuan akhir.
“Saya tidak akan melakukannya selamanya. Ini hanya solusi sementara, hanya untuk menemukan kehidupan sosial lagi,” pungkasnya.
Kisah Jérémy Mathieu menjadi pengingat bahwa kehidupan pesepak bola tak selalu berakhir dengan kemewahan.
Di balik trofi dan kejayaan, ada sisi rapuh yang jarang terlihat publik.
Dari panggung megah Camp Nou hingga rak-rak perlengkapan olahraga, perjalanan hidupnya membuktikan bahwa ketenaran bisa memudar, tetapi semangat untuk bangkit tetap ada.
