Reaktivasi Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya Dipertanyakan DPRD: Jangan Ulang Drama Sepi Penumpang 2023

reaktivasi Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya dipertanyakan DPRD
Suasana Bandara Wiriadinata Kota Tasikmalaya saat penerbangan komersil pada 2023 lalu. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Rencana reaktivasi penerbangan komersial di Bandara Wiriadinata kembali mengudara.

Pemerintah Kota Tasikmalaya tercatat melakukan audiensi dengan manajemen Citilink pada 25 Februari 2026 di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.

Sinyalnya jelas: maskapai berbiaya hemat itu kembali dirayu membuka rute ke Tasikmalaya.

Baca Juga:Ramadan 2026, Bank Indonesia Siapkan Rp2,55 Triliun untuk Penukaran Uang di Wilayah Tasikmalaya Satgas Pajak Konser Mengemuka, Diky Candra: Jangan Sampai Musik Ramai, PAD Sepi di Kota Tasikmalaya

Namun, wacana tersebut tak langsung disambut tepuk tangan. Dari gedung DPRD Kota Tasikmalaya, suara kehati-hatian justru menguat.

Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya, Enan Suherlan, mempertanyakan dasar kebutuhan reaktivasi bandara tersebut.

Menurutnya, pembahasan bandara tidak bisa berhenti pada romantisme punya penerbangan komersial. Harus ada hitung-hitungan yang konkret, bukan sekadar mimpi terbang tinggi.

“Operasionalnya kan waktu itu biayanya tidak menutupi. Ada batas minimal penumpang untuk bisa take off. Kalau tidak tercapai, ya maskapai juga rugi,” ujar Enan, Kamis (26/2/2026).

Ia menegaskan, setiap penerbangan memiliki ambang batas okupansi agar biaya operasional tertutup.

Tanpa kursi terisi cukup, pesawat hanya akan mengangkut harapan kosong.

“Kembali ke niat awalnya apa. Reaktivasi ini mau diarahkan ke mana? Hitung-hitungannya seperti apa?” katanya.

Pengalaman 2023 menjadi cermin yang sulit dilupakan. Saat era Penjabat Wali Kota Tasikmalaya Cheka Virgowansyah, rute Jakarta–Tasikmalaya sempat dibuka pada 2 Oktober 2023.

Baca Juga:RSUD Dewi Sartika Disebut Monumen Gagal Rencana, Aktivis NU Soroti Proyek Kesehatan di Kota TasikmalayaKapolda Jabar Ingatkan Asrama Polisi Bojong Kota Tasikmalaya Bukan Kos-Kosan, Tapi Amanah

Pesawat ATR 72-600 berkapasitas 68 kursi terbang dari Halim Perdanakusuma dan mendarat di Wiriadinata pukul 12.40 WIB.

Pada penerbangan perdana, jumlah penumpang terlihat menjanjikan: 62 orang dari Jakarta ke Tasikmalaya dan 66 orang sebaliknya.

Namun grafik itu menukik cepat. Pada 7 Oktober 2023, penumpang dari Tasikmalaya ke Jakarta tinggal sekitar 40 orang.

Dua hari kemudian turun lagi. Setelah hanya tiga kali penerbangan—2, 7, dan 9 Oktober—operasional berhenti total. Pada 17 Oktober 2023, rute itu resmi ditutup.

Bagi Enan, data tersebut adalah alarm keras agar pemerintah tidak mengulang eksperimen mahal tanpa fondasi permintaan yang jelas.

“Kebutuhannya apa sehingga mau reaktivasi bandara? Apakah benar karena banyak permintaan warga Kota Tasikmalaya atau Priangan Timur? Dan datanya valid tidak?” terangnya.

Ia membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Dalam pandangannya, kebijakan publik seharusnya berbasis kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar asumsi atau ambisi prestise daerah.

0 Komentar