TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Jagat media sosial Kota Tasikmalaya kembali riuh, Rabu (25/2/2026) malam.
Kali ini bukan soal jalan rusak atau harga cabai, melainkan kolom komentar Facebook Radar Tasikmalaya yang mendadak ramai diserbu akun-akun netizen yang diduga milik aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Tasikmalaya.
Serangan komentar itu muncul setelah Radar Tasikmalaya mengunggah berita berjudul “Unboxing Perencanaan Ala Bapelitbangda Kota Tasikmalaya di Bulan Pengendalian Diri!” yang menyoroti video bingkisan (hampers) di lingkungan kantor ASN.
Baca Juga:Video Unboxing Bapelitbangda Kota Tasikmalaya Dihapus, Sensitivitas Dipertanyakan!Tasikmalaya Kaget, Lagi!
Dalam kolom komentar, sejumlah akun menilai pemberitaan tersebut perlu kehati-hatian agar tidak menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Akun Herra Haerani menulis panjang lebar agar media tidak menyampaikan berita hanya berdasarkan foto atau video tanpa kejelasan waktu dan konteks.
“Tolong hati-hati menyampaikan sebuah berita berdasarkan foto atau video. Jangan itu jadi fitnah yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan dalam berita. Kapan video atau foto itu diambil, dalam momen apa, dan siapa yang ada di foto itu, apakah sudah dikonfirmasi kebenarannya,” tulisnya.
Ia juga mengaku sebagai bagian dari ASN Pemkot Tasikmalaya, meski bukan dari Bapelitbangda.
“Saya bukan ASN Bappelitbangda, tapi saya bagian dari ASN Pemkot, merasa harus mengingatkan itu. Jangan sampai opini masyarakat yang terbentuk jadi salah arah akibat penyampaian berita yang tak jelas dasar sumbernya,” lanjutnya.
Komentar senada datang dari akun Erik Rikwanto yang mengingatkan publik soal potensi manipulasi teknologi.
“Hati-hati zaman sekarang musim teknologi AI (Artificial Intelligence), banyak fitnah di mana-mana, netizens harus bijak,” tulisnya singkat.
Baca Juga:Ekonomi Kota Tasikmalaya 2026 Ngos-Ngosan! Tahun Paling Berat, Sebelum Lebaran TibaPresiden Prabowo Memilih Empati!
Akun Ade Tahyan Alimudin juga mempertanyakan waktu pengambilan gambar dengan komentar pendek, “Kapan itu fotonya.”
Sementara akun Darmawan Wuri Kusuma memilih jalur lebih frontal dengan satu kata, “Norak.”
Deretan komentar itu membuat suasana kolom diskusi berubah dari ruang dialog menjadi arena klarifikasi massal.
Netizen lain menilai, reaksi beruntun tersebut terkesan seperti gerakan serempak, sehingga memunculkan dugaan adanya “buzzer dadakan” dari kalangan ASN Kota Tasikmalaya.
