TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Dinamika organisasi mahasiswa di Kota Tasikmalaya sedang memanas. Sekretariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya di Jalan Sutsen disegel oleh kadernya sendiri pada Minggu malam (22/2/2026).
Aksi ini kabarnya dipicu kekecewaan terhadap pengurus cabang yang dinilai tak kunjung menyampaikan hasil Pleno I yang digelar sejak akhir Januari lalu.
Ketua Umum Komisariat IAIT, Asep Solihin Sobari atau yang akrab disapa Asder, mengatakan penyegelan merupakan bentuk protes atas minimnya komunikasi dan tidak adanya kejelasan tindak lanjut hasil pleno.
Baca Juga:Tiga Nama Lolos Jadi Calon Rektor Unsil 2026–2030: Aripin, Asep Suryana, dan Ade RustianaKota Tasikmalaya Jadi Panggung Adu Visi Bakal Calon Rektor Unsil, Senat Siapkan Saringan Musyawarah-Voting
“Pleno 1 itu dilaksanakan dari tanggal 25 sampai 30 Januari. Waktu itu disampaikan, satu minggu setelahnya akan ada informasi hasil pleno. Tapi sampai hari ini tidak ada kabar, tidak ada hasil, tidak ada penjelasan,” ujar Asder kepada radartasik.id, Selasa (24/2/2026) malam.
Menurutnya, pihak komisariat sudah menempuh jalur komunikasi dengan pengurus cabang, termasuk meminta pertemuan seluruh ketua komisariat se-wilayah kerja cabang untuk membahas hasil pleno. Namun, upaya itu tak mendapat respons.
“Kami sudah menunggu 1×24 jam sesuai pernyataan sikap. Tapi tetap tidak ada komunikasi dari ketua umum maupun pengurus cabang. Maka kami ambil sikap menyegel sekretariat sebagai simbol kekecewaan,” katanya.
Asder menilai kondisi kepengurusan HMI Cabang Tasikmalaya saat ini semakin terpuruk karena tidak ada langkah konkret dalam menyelesaikan persoalan internal.
Ia menegaskan, yang disorot bukan hanya ketua umum, melainkan seluruh struktur pengurus cabang.
“Tidak ada langkah konkret untuk menjawab persoalan. Kami kecewa karena organisasi seolah berjalan tanpa arah. Padahal pleno itu forum evaluasi satu semester dan menghasilkan rekomendasi komisariat,” tegasnya.
Ia menyebut pleno membahas penilaian objektif kinerja selama satu semester serta rekomendasi program ke depan.
Baca Juga:RSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Lebih Baik Disewakan daripada Jadi Museum karena VentilatorPajak Konser di Kota Tasikmalaya Kerap Lolos dari Pantauan, Begini Kendala Bapenda
Namun hingga kini, hasil sidang komisi tersebut belum pernah disampaikan secara resmi kepada komisariat.
Jika tidak ada kejelasan, pihaknya berencana menggalang aksi lanjutan dengan melibatkan seluruh komisariat se-Tasikmalaya.
“Bukan hanya komisariat kami. Ke depan kami akan mengajak seluruh komisariat untuk bersuara bersama,” ucap Asder.
