Laporan Keuangan Juventus Dapat Nilai Merah: Laba Turun, Utang Naik Hampir Rp320 Miliar

Juventus
Ilustrasi Juventus Tangkapan layar X
0 Komentar

Sementara itu, arus kas operasional menghasilkan €7,7 juta (Rp130,9 miliar), yang sedikit meredam tekanan finansial.

Pada fase pertama bursa transfer 2025/2026, Juventus meningkatkan investasi skuad sebesar €51,7 juta (Rp878,9 miliar).

Akuisisi dan peningkatan kontrak mencapai €74,7 juta (Rp1,27 triliun), sedangkan pelepasan pemain bernilai buku €23 juta (Rp391 miliar).

Baca Juga:Media Italia Ungkap Daftar Laga AC Milan yang Dirugikan Keputusan WasitDiego Simeone Setuju Pindah ke Inter Milan Musim Depan

Klub mencatat keuntungan modal bersih €31 juta (Rp527 miliar), tetapi dampak finansial keseluruhan tetap negatif €23,5 juta (Rp399,5 miliar).

Fase kedua transfer tidak melibatkan pembelian permanen pemain tim utama, hanya transaksi kecil dari sektor Next Gen dan junior.

Kabar positif datang dari perpanjangan kontrak Kenan Yildiz hingga 30 Juni 2030. Langkah ini ditegaskan sebagai investasi strategis demi menjaga kualitas dan kontinuitas skuad masa depan.

Tambahan Modal dan Bayang-bayang Sanksi UEFA

Juventus juga memperoleh tambahan modal baru sebesar €97,8 juta (Rp1,66 triliun) melalui penerbitan 37,9 juta saham baru di Euronext Milan dengan harga €2,58 per saham.

Modal saham kini meningkat menjadi €16,73 juta (Rp284,4 miliar).

Dari sisi regulasi, Juventus mengonfirmasi kepatuhan terhadap parameter Biaya Tenaga Kerja Tambahan (CLA) FIGC yang dibatasi 80 persen, dan optimistis memenuhi batas baru 70 persen mulai Maret 2026.

Namun, ancaman datang dari UEFA. Pada 18 September 2025, klub menerima pemberitahuan proses hukum terkait dugaan pelanggaran Financial Fair Play untuk periode 2022/2023 hingga 2024/2025.

Putusan diperkirakan keluar akhir musim 2025/2026 dan berpotensi menghadirkan sanksi finansial atau pembatasan pendaftaran pemain di kompetisi Eropa.

Baca Juga:Allegri yang Penakut dan Bursa Transfer yang Buruk Buat AC Milan Sulit MenangMedia Italia: Spalletti dan Comolli Terancam Dipecat Jika Juventus Gagal Finis Empat Besar

Secara keseluruhan, laporan ini menunjukkan Juventus masih berjuang menyeimbangkan ambisi olahraga dan stabilitas finansial.

Investasi besar di pasar transfer belum sepenuhnya sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, sementara beban utang tetap menjadi tantangan serius bagi raksasa Turin tersebut.

0 Komentar