Media Italia: Spalletti dan Comolli Terancam Dipecat Jika Juventus Gagal Finis Empat Besar

Luciano Spalletti
Luciano Spalletti Foto: Tangkapan layar DAZN
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Masa depan Juventus berada di ujung tanduk usai menelan kekalahan 2-0 dari Como di kandang.

Hasil ini membuat Nyonya Tua terlempar ke urutan kelima dalam klasemen dan tertinggal empat poin dari AS Roma yang menempati peringkat empat.

Media Italia, La Gazzetta dello Sport, melaporkan bahwa kegagalan mencapai seluruh target musim ini bisa memicu revolusi baru di tubuh Bianconeri, termasuk ancaman pemecatan bagi pelatih Luciano Spalletti dan CEO Damien Comolli.

Baca Juga:Gian Piero Gasperini: Duel Lawan Juventus Bukan Penentu Langkah AS Roma ke Liga ChampionsLuca Marelli: Gol Parma ke Gawang AC Milan Tidak Sah

Situasi kian genting setelah kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray di Istanbul pada leg pertama play-off Liga Champions.

Hasil tersebut menjadi salah satu noda terbesar dalam perjalanan Eropa Juve musim ini dan disebut sebagai kekalahan terburuk kedua klub di kompetisi antarklub Eropa.

Dengan 12 laga Serie A tersisa, seluruh skuad dituntut bangkit demi menyelamatkan musim.

Target minimal finis di empat besar menjadi harga mati, bukan hanya demi prestise, tetapi juga untuk mengamankan pemasukan besar dari Liga Champions musim depan.

Menurut laporan tersebut, beberapa bulan pertama Spalletti belum cukup untuk mengubah wajah tim secara signifikan.

Ia datang menggantikan Igor Tudor dalam situasi yang sudah tidak stabil.

Sejak debutnya di Cremona pada 1 November, mantan pelatih tim nasional Italia itu memimpin Juve dalam 25 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan 13 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 13 kekalahan—statistik yang jauh dari kata meyakinkan untuk klub sebesar Juventus.

Baca Juga:Legenda Inter Ungkap Penyebab Kekalahan AC Milan dari Parma: Mereka Baru Tancap Gas di Babak KeduaAS Roma Hajar Cremonese 3-0, Ranieri: Friedkin Inginkan Scudetto

Sejumlah kekalahan krusial memperparah situasi, termasuk saat tumbang dari Cagliari pada 17 Januari dan kekalahan 0-3 dari Atalanta pada 5 Februari yang membuat target awal musim melayang.

Krisis mental juga disebut mulai terasa usai kekalahan kontroversial dari Inter, yang kemudian berimbas pada performa inkonsisten di liga maupun Eropa.

Spalletti memahami sepenuhnya bahwa kegagalan lolos ke 16 besar Liga Champions—terutama jika kekalahan di Turki menjadi penentu—serta kegagalan finis di empat besar Serie A akan merusak evaluasi kinerjanya.

Meski ia masih mendapat dukungan dari ruang ganti, termasuk dari Giorgio Chiellini, Damien Comolli, dan pemilik klub John Elkann, nasibnya tetap bergantung pada hasil akhir musim.

0 Komentar