Tiga Pasar Rakyat di Kota Tasikmalaya Sepi Aktivitas, Masterplan Penyelamatan Masih Dikaji

pasar rakyat sepi di Kota Tasikmalaya
Suasana Pasar Purbaratu Kota Tasikmalaya yang sepi pembeli. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Ambisi pemerataan ekonomi lewat program “satu kecamatan satu pasar” di Kota Tasikmalaya kini seperti berjalan di tempat.

Tiga pasar rakyat yang dibangun dengan dana publik miliaran rupiah—Pasar Nyemplong Tamansari, Pasar Rakyat Purbaratu, dan Pasar Rakyat Awipari Cibeureum—belum juga menunjukkan denyut transaksi yang berarti.

Bangunan berdiri megah, aset tercatat rapi, tetapi fungsi pasar sebagai ruang jual beli harian nyaris tinggal papan nama.

Baca Juga:Ramp Check Bus di Kota Tasikmalaya, Satlantas Pastikan Armada Tak Sekadar Jalan Tapi Juga Layak JalanFortuner Tabarakan dengan Ojol di Kota Tasikmalaya, Diduga Pengemudi Mobil Mengantuk 

Pemerintah daerah mengakui belum memiliki peta jalan yang jelas untuk menghidupkan kembali pasar-pasar tersebut.

Asisten Daerah Bidang Administrasi Umum (Asda III) Kota Tasikmalaya Hanafi SH MH mengatakan, persoalan pasar sepi masih dalam tahap kajian.

“Kami masih mempelajari hal-hal tersebut,” ujarnya saat dimintai keterangan, Sabtu (31/1/2026).

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa hingga kini belum ada masterplan atau konsep penataan ulang yang konkret untuk menyelamatkan pasar-pasar yang kian sunyi.

Pasar menunggu kebijakan, sementara kios-kios terus mengunci pintu.

Pantauan di lapangan menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Pasar Rakyat Purbaratu hampir tanpa aktivitas.

Kios tertutup, los kosong, dan hanya segelintir pedagang yang bertahan. Kondisi serupa tampak di Pasar Rakyat Awipari.

Adapun Pasar Nyemplong yang sejak awal hanya dirancang buka di hari tertentu, kini aktivitasnya semakin menyusut dari waktu ke waktu.

Ketiga pasar tersebut lahir dari satu kerangka kebijakan yang sama.

Baca Juga:Travel Gelap dan Knalpot Brong Jadi Target, Operasi Keselamatan Lodaya di Kota Tasikmalaya DimulaiTruk Bermuatan Hebel Terguling di Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, Diduga Pecah Ban

Kepala Bappelitbangda Kota Tasikmalaya Apep Yosa menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebelumnya mengusung program pemerataan pusat perdagangan.

“Dulu ada program satu kecamatan itu satu pasar. Tujuannya supaya ada persebaran, akses perdagangan gampang dijangkau masyarakat,” kata Apep, Rabu (21/1/2026).

Secara konsep, kebijakan itu terdengar ideal. Namun realitasnya, pembangunan fisik tidak otomatis melahirkan keramaian.

Tanpa perencanaan lanjutan, strategi pengelolaan, dan pemetaan kebutuhan warga, pasar justru kehilangan daya tarik bagi pedagang maupun pembeli.

Dari sisi aset, investasi yang ditanamkan tidak kecil.

Pasar Nyemplong memiliki luas bangunan 444 meter persegi di atas lahan 5.650 meter persegi dengan nilai aset Rp1,43 miliar.

0 Komentar