BANJAR, RADARTASIK.ID – Sepeda motor matik hitam berpelat nomor Z 4256 TAD milik Mia Faidatunnisa dilaporkan hilang saat diparkir di Objek Wisata Situ Leutik, Kota Banjar, Minggu sore (1/2/2026). Korban diketahui merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Peristiwa tersebut terjadi ketika kader HMI Kota Banjar tengah menggelar rapat di kawasan wisata tersebut. Ketua HMI Kota Banjar, Rio Julian, membenarkan bahwa sepeda motor yang hilang merupakan milik salah satu kadernya.
“Iya motor kader HMI, sekaligus ketum komisariat HMI STIT Muhammadiyah Banjar,” ucap Rio, Senin (2/2/2026).
Baca Juga:Pelari Muda MAN 1 Tasikmalaya, Muhammad Yazid Anwar, Borong Medali dan Amankan Tiket Porprov 2026MAN 1 Tasikmalaya Borong Piala, Sabet Gelar Juara Umum Penegak se-Jawa Barat di Ajang Ekspresi ke-16
Rio menjelaskan, sebelum kejadian pencurian sepeda motor, penjaga objek wisata sempat melihat seseorang yang diduga hendak mencuri mesin air di Situ Leutik.
“Sebelumnya (kejadian pencurian) kata yang jaga, ada orang yang mau maling sanyo (mesin air) di Situ Leutik. Cuma ketahuan sama yang jaga, lalu pergi si orang tersebut,” ujarnya.
Penjaga mengira orang tersebut telah meninggalkan lokasi. Namun saat rapat kader HMI berlangsung, sepeda motor milik korban justru diketahui telah hilang.
Penjaga Objek Wisata Situ Leutik sempat memotret tiga orang yang dicurigai, yang diduga berkaitan dengan percobaan pencurian mesin air sebelumnya.
Dari foto tersebut, salah satu orang bertubuh kecil dan mengenakan kaos serta celana pendek diduga sebagai pelaku pencurian sepeda motor.
Rio menyebutkan, peristiwa pencurian tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Korban pun telah melaporkan kehilangan sepeda motornya kepada pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Heru Samsul Bahri mengatakan, laporan yang diterima masih bersifat lisan.
Baca Juga:Lari yang Berubah Makna di Kota Tasikmalaya! (Part 1)Gelorakan Kedisiplinan, 93 Sekolah Ikuti LKBB Grilya Mustofa Nasional di MAN 1 Tasikmalaya
“Laporan resminya belum, cuma baru laporan secara lisan saja dan kita kerahkan anggota untuk melakukan olah TKP,” ujarnya. (Anto Sugiarto)
