Kondisi ini juga menarik perhatian DPRD Kota Tasikmalaya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, turun langsung ke lokasi dan membenarkan bahwa rumah Mak Edah dalam kondisi sangat memprihatinkan.
“Hasil temuan di lapangan ternyata memang mengkhawatirkan, takutnya roboh,” ujarnya.
Anang mendorong Pemerintah Kota Tasikmalaya segera memperbaiki rumah Mak Edah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Baca Juga:Ramp Check Bus di Kota Tasikmalaya, Satlantas Pastikan Armada Tak Sekadar Jalan Tapi Juga Layak JalanFortuner Tabarakan dengan Ojol di Kota Tasikmalaya, Diduga Pengemudi Mobil Mengantuk
Ia menegaskan agar dinas teknis seperti Perwaskim dan PUTR tidak menunda langkah.
“Tidak bisa dilama-lama, harus segera diperbaiki. Programnya sudah ada, tinggal dijalankan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan perangkat wilayah, dari RT hingga kecamatan, agar lebih peka terhadap kondisi warganya.
Menurutnya, perhatian sejak dini penting agar tidak ada lagi lansia miskin yang harus bertaruh nyawa di balik dinding rapuh.
Saat ini, Edah masih tinggal sementara di rumah kerabatnya sambil menunggu tindak lanjut renovasi.
Di Kota Tasikmalaya yang terus membangun wajah modernnya, kisah Mak Edah menjadi pengingat: masih ada rumah-rumah yang runtuh lebih dulu sebelum sempat diperbaiki. (ayu sabrina barokah)
