Lansia Tinggal di Rumah Nyaris Roboh, Potret Kemiskinan Sunyi di Kota Tasikmalaya

rumah tidak layak huni lansia di Kota Tasikmalaya
Mak Edah, Lansia 77 tahun (kerudung biru), bersama Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, meninjau rumahnya yang tidak layak huni, Senin (2/2/2026). Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Usia lanjut mestinya identik dengan ketenangan. Namun bagi sebagian warga Kota Tasikmalaya, senja justru datang bersama kesepian dan dinding rumah yang nyaris rubuh.

Inilah potret kemiskinan sunyi yang kerap luput dari sorotan, hingga bangunan benar-benar menyerah pada usia.

Kondisi itu dialami Edah (77), seorang janda lansia yang selama bertahun-tahun bertahan hidup seorang diri di rumah nyaris ambruk di Kampung Cibodas, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.

Rumah kayu yang ia tempati sudah lapuk dimakan usia.

Baca Juga:Ramp Check Bus di Kota Tasikmalaya, Satlantas Pastikan Armada Tak Sekadar Jalan Tapi Juga Layak JalanFortuner Tabarakan dengan Ojol di Kota Tasikmalaya, Diduga Pengemudi Mobil Mengantuk 

Dinding bilik jebol di beberapa bagian, atap berlubang, dan bagian depan bangunan ambruk total, menyisakan ruang terbuka yang langsung diterpa hujan dan panas.

Jika rumah bisa berbicara, barangkali bangunan itu sudah lama meminta ampun.

Di dalam rumah, kondisi tempat tidur Edah tak kalah memprihatinkan. Kasurnya berada di ruangan berdinding jebol dan hanya ditutup kain sarung bekas.

Ancaman bangunan roboh menjadi teman tidur sehari-hari, sebelum akhirnya ia dipindahkan ke rumah kerabat demi keselamatan jiwa.

Edah telah lama ditinggal wafat suaminya. Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan hasil mengumpulkan rongsok dan botol bekas.

Setiap hari ia berjalan pelan dari satu sudut kampung ke sudut lain, membawa harapan dari barang yang sudah tak diinginkan orang lain.

Penghasilannya sangat minim. “Paling dua kilo botol bekas sehari,” ungkap Ketua RT 5 Kampung Cibodas, Aep Saepudin.

Baca Juga:Travel Gelap dan Knalpot Brong Jadi Target, Operasi Keselamatan Lodaya di Kota Tasikmalaya DimulaiTruk Bermuatan Hebel Terguling di Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, Diduga Pecah Ban

Menurut Aep, kondisi rumah Mak Edah sudah sangat membahayakan dan berpotensi roboh sewaktu-waktu.

Bahkan, di wilayahnya terdapat setidaknya empat rumah dengan kondisi serupa.

“Kondisinya sudah lapuk. Saya dapat kabar rumah Mak Edah mau roboh, langsung ke sini. Belum diajukan rutilahu, baru mau diajukan. Harapan saya rumahnya bisa layak huni,” katanya.

Aep menyebut, selama ini Edah hidup nyaris tanpa sandaran. Sesekali cucunya datang, selebihnya ia mengandalkan diri sendiri.

Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, pihak RT akhirnya mengungsikan Edah ke rumah kerabatnya. Bantuan darurat pun mulai berdatangan.

“Kemarin sudah ada bantuan dari BPBD dan LSM Sajalur berupa sembako dan alat dapur,” ujar Aep.

0 Komentar