PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Pengadaan barang dan jasa 2026 di Kabupaten Pangandaran lebih sepi dari daerah lain. Sejak masuk Januari, belum ada satu pun paket pekerjaan dilelang. Nol.
Kepala Bagian PBJ Setda Pangandaran, Dede Heryanto, mengungkap itu.
“Belum ada, mungkin yang segera tayang itu pengerjaan di RSUD Pandega, penyempurnaan gedung rawat inap, lab, yang baru itu,” ujarnya.
Anggarannya Rp10 miliar. Proses tender butuh waktu 1–1,5 bulan. Lama. Masuk dalam paket strategis. Ada juga pengadaan bersifat prioritas seperti Puskesmas Cimerak, alat berat Dinas LH, dan lampu PJU Dinas Perhubungan. Total tujuh paket.
Baca Juga:Lari yang Berubah Makna di Kota Tasikmalaya! (Part 1)Gelorakan Kedisiplinan, 93 Sekolah Ikuti LKBB Grilya Mustofa Nasional di MAN 1 Tasikmalaya
“Kalau pengadaan barang dan lain-lain, biasanya memakan waktu yang sebentar, namun untuk konsultan biasanya memakai sistem pra kualifikasi, yang memakan waktu lama,” katanya.
Dede menegaskan: total nilai pengadaan 2026 belum bisa dipastikan. Tapi janji jelas: ada pengadaan, tender atau penunjukan langsung.
Jumlah penunjukan langsung biasanya dua kali lipat dari tender. Nilainya kecil, tapi banyak. Sistem pengadaan terbuka: SIRUP, LPSE, helpdesk di tiap kabupaten/kota. Semua bisa dicek publik. Di Dinas PUPR biasanya pengadaan terbanyak. Tapi tahun ini, jumlahnya belum jelas. (Deni Nurdiansah)
