Membahayakan, Polres Garut Tak Menyarankan Pengunjung Wisata Lewati Jalur Alternatif Ini

jalan alternatif Garut
Iptu Aang Andi Suhandi, Kasat Lantas Polres Garut (Agi sugiana/radartasik.id)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Kabupaten Garut menjadi tujuan pelancong untuk mengisi libur Natal dan Tahun Baru. Terbukti, beberapa destinasi wisata di Garut mengalami lonjakan pengunjung.

Naiknya pengunjung objek wisata, berbanding lurus dengan arus lalu lintas dan volume kendaraan. Bahkan pihak kepolisian sempat memberlakukan sistem one way karena terjadinya kepadatan di wilayah Garut.

Selanjutnya, polisi akan kembali fokus pada arus balik di sisa libur Nataru. Sejumlah personel pun masih disiagakan untuk mengatur lalu lintas.

Baca Juga:Ciamis Membuktikan: Dari Komitmen Jadi Prestasi, Rp24 Miliar Kembali untuk Rakyat!Refleksi Pergantian Tahun: Memoles Kembali Kaca Partai Politik yang Mulai Buram!

Sejumlah jalur alternatif juga disiapkan untuk mengurai kepadatan. Namun, ada beberapa jalur alternatif di Garut tidak direkomendasikan untuk dilewati pengendara.

Beberapa jalur alternatif yang tidak direkomendasikan yakni jalur penghubung Bandung – Garut, seperti Jalan Cijapati, Jalan Kamojang, dan Jalan Cisewu. Jalur tersebut berbahaya ketika memasuki malam. Jalur itu rawan bencana.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut Iptu Aang Andi Suhandi mengatakan jalur alternatif di Kabupaten Garut belum sepenuhnya baik.

“Secara umum belum sepenuhnya baik, banyak jalan sempit, tanjakan–turunan tajam, dan rawan jika hujan atau malam hari,” ucapnya, Kamis (1/1/2026).

Pihaknya tidak menyarakan para pengendara melewati jalur alternatif di wilayah Kabupaten Garut. Dia menyarankan untuk menggunakan jalur utama.

Aang mengatakan, jalur utama lebih aman dilewati pengendara. “Gunakan jalur utama, hindari jalur alternatif saat hujan atau malam, pastikan kendaraan prima, dan patuhi arahan petugas,” katanya.

Ia menyebut, pada awal tahun kondisi arus lalu lintas cukup terkendali.

Baca Juga:Sepanjang 2025, Kejari Garut Setor Ke Kas Negara Hingga Rp 2 miliar LebihDua Wajah Kontras Kota Santri!

“Relatif lancar dan terkendali, tidak ada kemacetan signifikan, namun tetap waspada di titik rawan dan jam sibuk,” pungkasnya. (Agi Sugiana)

0 Komentar