Ia menekankan pentingnya peran lurah, camat, dan dinas teknis untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
“Kalau bisa diselesaikan di tingkat bawah. Selesaikan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Diky juga menyampaikan pesan keras agar pejabat tak mengabaikan keluhan warga. Ia mengaku akan menindak setiap penyimpangan dan akan melaporkannya langsung kepada wali kota.
“Suara dari bawah-bawah ini banyak yang tidak enak. Saya nanti akan sampaikan ke Pak Wali. Demi Allah, saya tidak ingin sekali jadi wakil wali kota, tapi saat ini kalau ada yang macam-macam, berhadapan dengan saya,” tegasnya.
Baca Juga:Warga Sinagar Kabupaten Tasikmalaya Gelar Doa Bersama untuk Endang JutaUsai Dilimpahkan ke Kejari Bandung, Bos Pasir Galunggung Kini Dititip di Lapas Kebonwaru
Diky menyebut, sikap tegas itu lahir dari kepedulian terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Saya galak karena saya sayang. Banyak catatan yang sudah saya kumpulkan, dan semuanya akan saya laporkan ke Pak Wali. Hati-hati yang macam-macam saya punya catatannya,” ujarnya menutup pernyataan.
Rangkaian kritik dari forum tersebut menjadi catatan penting bahwa komunikasi publik masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Tasikmalaya.
Banyaknya audiensi di satu sisi menandakan partisipasi warga yang tinggi, namun di sisi lain, juga menggambarkan tantangan besar dalam mengefektifkan sistem respon cepat di tingkat pemerintahan paling bawah. (Ayu Sabrina)
