Drama Laut Cibalong Garut: Kapal Nelayan Kehabisan Bensin, Terjebak 16 Jam di Lautan

kapal nelayan
Proses evakuasi kapal nelayan mati mesin di perairan Rancaherang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Selasa, 9 September 2025. (Dok. Polres Garut)
0 Komentar

GARUT, RADARTASIK.ID – Sebuah kapal nelayan yang terombang-ambing selama 16 jam di perairan Rancaherang, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Selasa pagi, 9 September 2025.

Insiden ini berawal pada Senin siang, ketika kapal yang bernama Junior mati mesin akibat kehabisan bahan bakar, meninggalkan empat anak buah kapal (ABK) terdampar di tengah laut yang gelap dan bergelombang.

Istri dari salah seorang ABK, Rani, pertama kali menyampaikan laporan kepada pihak berwajib setelah menerima kabar dari suaminya bahwa kapal mereka mengalami masalah.

Baca Juga:Libur Panjang Loyo, Kunjungan Wisatawan ke Garut Menurun, Apa Penyebabnya?Petugas Parkir Nganggur Gegara Penataan Lanjutan Jalan Ahmad Yani, Dewan Garut Apresiasi Langkah Pemkab

Suami Rani, yang tengah bekerja di atas kapal, sempat mengabarkan, bahan bakar kapal habis.

Setelah beberapa saat tak bisa dihubungi, Rani merasa khawatir dan langsung melapor kepada Satpolairud Polres Garut, yang dipimpin oleh Iptu Aep Saprudin.

Iptu Aep Saprudin, Kasatpolairud Polres Garut, menjelaskan, setelah menerima laporan, timnya segera bergerak cepat untuk melakukan evakuasi.

Pencarian dilakukan dengan bantuan nelayan setempat, namun hingga malam hari, kapal nelayan Garut tersebut belum ditemukan.

Pencarian kapal nelayan Garut pun dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang semakin buruk dan gelombang laut yang tinggi.

Pada Selasa pagi, setelah hampir 16 jam terombang-ambing, kapal Junior ditemukan di perairan Cicadas, Kecamatan Cikelet, sekitar tiga mil dari bibir pantai.

Keempat ABK yang terjebak di kapal tersebut, yakni Dendi (36), Imam (27), Gaer (56), dan Asep (36), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat meskipun kondisi laut yang ganas dengan gelombang setinggi 3-4 meter dan cuaca hujan.

Baca Juga:Penculik Tukang Cireng di Garut Berhasil Ditangkap, Tiga Pria Satu Wanita, Ini MotifnyaSetelah Libur Panjang, Lalu Lintas di Garut Kembali Lancar, Kendaraan Wisatawan Mulai Mengurai

”Alhamdulillah, berkat kerja sama serta semangat gotong royong, perahu beserta ABK dapat ditemukan dengan selamat,” ungkap Iptu Aep Saprudin, Selasa, 9 September 2025..

Insiden ini mengingatkan para nelayan untuk lebih berhati-hati dan waspada saat melaut, terutama di tengah kondisi cuaca yang buruk.

Aep juga mengimbau kepada seluruh nelayan untuk selalu memeriksa kelengkapan dan kesiapan kapal sebelum berlayar agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Agi Sugiana)

0 Komentar