RADARTASIK.ID– Indosiar kembali menghadirkan tayangan spektakuler untuk para pecinta film aksi Asia melalui program Mega Film Asia.
Kali ini, giliran The White Storm 2: Drug Lords, film laga asal Hong Kong yang dirilis pada tahun 2019, yang siap menemani pemirsa pada Senin, 1 September 2025 pukul 03.00 WIB.
Film ini disutradarai oleh Herman Yau serta diproduksi oleh Andy Lau bersama tim produser lainnya seperti Alvin Lam, Esther Koo, hingga Shirley Yeung.
Baca Juga:Mega Film Asia: The Grey Men 2, Aksi Polisi Menyamar yang Terjebak Konspirasi, Tayang Lagi di Indosiar!Huawei Pura 80 Ultra: Kamera Gila-Gilaan dan Layar Super Cerah, Siap Jadi Raja Smartphone 2025!
Menariknya, Andy Lau tidak hanya berperan sebagai produser, tetapi juga tampil sebagai pemeran utama bersama Louis Koo.
Dengan durasi sekitar 100 menit, film ini menghadirkan aksi penuh ketegangan sekaligus drama emosional yang membekas.
Kisah Dua Sahabat yang Jadi Musuh
The White Storm 2: Drug Lords mengisahkan dua anggota gangster yang dulunya bersahabat namun akhirnya berpisah karena perbedaan prinsip.
Belasan tahun kemudian, mereka kembali bertemu, bukan sebagai saudara, melainkan lawan yang harus saling menyingkirkan demi melunasi dendam masa lalu.
Cerita bermula pada tahun 2004 ketika Jizo, salah satu anggota triad, tertangkap basah mengedarkan narkoba di klub malam miliknya.
Bos triad saat itu, Yu Nam, memerintahkan rekannya, Yu Shun-tin, untuk memotong jari Jizo dan mengusirnya dari organisasi.
Yu, yang sejak kecil membenci narkoba karena melihat ayahnya menjadi korban kecanduan, akhirnya memutuskan keluar dari triad dan bertekad menjalani hidup lebih baik.
Baca Juga:Daftar Film Bioskop Tayang September 2025: dari Kang Solah from Kang Mak x Nenek Gayung hingga Horor Sukma!ASUS Vivobook S14: Laptop AI dengan Baterai Tahan Hingga 30 Jam, Desain Elegan dan Ringan
Bertahun-tahun kemudian, tepatnya di tahun 2019, Yu telah berubah menjadi taipan sukses sekaligus filantropis yang dikenal luas.
Namun, kehidupannya kembali terguncang saat mengetahui dirinya memiliki putra yang hilang dan kemudian meninggal tragis akibat overdosis.
Kehilangan itu membuat Yu bersumpah menghancurkan perdagangan narkoba di Hong Kong dengan segala kekuatan dan koneksi yang ia miliki.
Yu memanfaatkan kekayaannya untuk melancarkan serangkaian serangan terhadap gembong narkoba, termasuk Jizo yang kini telah menjadi penguasa besar di dunia gelap.
Tindakannya membuat polisi, dipimpin Inspektur Lam Ching-fung, terjebak dalam dilema: mengendalikan Yu sekaligus menghadapi perang narkoba yang semakin brutal.
Konflik memuncak ketika Yu menawarkan hadiah fantastis sebesar HK$100 juta bagi siapa saja yang berhasil membunuh gembong narkoba nomor satu di Hong Kong.