Pemkab Tasikmalaya Tawari Para Penambang Emas di Cineam Kerja ke Jepang Daripada Nganggur Pasca Penutupa

tambang emas tasikmalaya
Salah satu sumur tambang emas di Cineam Kabupaten Tasikmalaya yang tidak lagi aktif. (IST)
0 Komentar

“Hal ini lah yang harus diberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat,” paparnya.

Sudyana juga mendorong agar seluruh stakeholder ikut terlibat jika program alih profesi ini dijalankan. Ia menyebut sebagian besar penambang masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dari tabungan hasil menambang, meski kondisi ini berbeda dengan pemilik lubang tambang yang tak terdampak signifikan.

Namun jika penutupan tambang berlangsung lama, maka buruh penambanglah yang paling dulu merasakan dampaknya.

Baca Juga:Tahapan Pengisian Kursi Direktur Operasional BPRS Al Madinah Kota Tasikmalaya Sudah DijalankanMasih Ingat Pesan H Amir Mahpud: 5 Dosa yang Harus Diberantas Pemerintah Kota Tasikmalaya!

Ia menambahkan, migrasi ke luar daerah untuk kembali menambang atau mencari pekerjaan lain bisa saja terjadi.

“Sebagian mungkin bisa beralih ke pekerjaan lain, seperti dagang atau apa ke luar daerah. Maka agar migrasi ini tidak terjadi dengan program alih fungsi profesi yang memanfaatkan potensi pekerjaan di desa masing-masing,” jelasnya.

Potensi wilayah Kecamatan Cineam, menurut dia, masih bisa dikembangkan, seperti sektor perkebunan, pertanian cabai, atau kapol. Namun hingga kini belum ada pembahasan resmi untuk membuat program darurat bagi para penganggur terdampak tambang emas.

Ia menyebut, pelatihan melalui dinas atau balai latihan kerja bisa menjadi solusi alternatif.

“Kalau bantuan sosial nanti bisa saja ketergantungan, jadi kalau pelatihan kerja penambang bisa mempunyai potensi lainnya untuk bekerja selain menambang,” tambahnya. (Diki Setiawan)

0 Komentar