Gasperini lalu menunjukkan bagaimana Soulé menunjukkan fleksibilitas musim lalu saat bermain di bawah Claudio Ranieri.
Meski sempat dimainkan sebagai opsi kelima dalam rotasi, namun Soulé tetap mampu menunjukkan kualitas yang luar biasa di lapangan.
Mengenai keputusannya meninggalkan Atalanta, Gasperini mengaku prosesnya cepat dan bersih.
Ia sudah menyampaikan ke Atalanta bahwa ingin berbicara dengan klub lain, dan dalam waktu tiga hari, kesepakatan dengan Roma tercapai.
Baca Juga:Kiper Rp708 Miliar Singkirkan Donnarumma dari PSG: Juventus dan Manchester United Pantau SituasiCapello Yakin Jashari Bukan Pembelian Gagal AC Milan Seperti De Ketelaere: Ia Punya Darah Balkan di Nadinya
“Ungkapan bahwa saya tak akan pernah melatih Roma? Tanyakan saja pada Ranieri,” tuturnya.
“Keputusan saya yang sebenarnya dibuat di akhir musim. Saya bertanya kepada Atalanta apakah saya bisa berbicara dengan klub lain, dan dalam tiga hari kami menyelesaikan semuanya,” pungkasnya.
Dengan gaya bermain ofensif, keberanian memainkan pemain muda, serta tekad membentuk tim yang segar dan dinamis, proyek Gasperini di Roma tampaknya baru saja dimulai.
Jika duet Soulé dan Dybala benar-benar terwujud, Roma bisa memiliki senjata baru yang mematikan musim ini.
