Sebagai mantan pemain, dia tahu betul bagaimana rasanya saat tekanan datang dan mental pemain terganggu.
”Saya dulu seorang pemain, saya tahu rasanya, sepatu terasa seperti terbakar,” ungkapnya kepada DAZN seperti dikutip Football Italia usai pertandingan AC Milan vs Lazio.
”Jika dribel atau operan tidak berhasil, atau kita tertinggal, rasanya semakin menyakitkan,” lanjut Conceicao.
Baca Juga:Lamine Yamal Belum Cetak Gol, Tapi Hansi Flick Punya Pandangan Menarik Tentang Pemain Muda Barcelona IniAC Milan Terpuruk, Pelatih Lazio: Ketika Penalti Diambil, Kamu Tahu Apa Saja Bisa Terjadi, Tapi Pedro …
Namun, pelatih 48 tahun itu juga melihat semangat luar biasa dari para pemainnya.
Meski bermain dengan 10 orang, mereka tetap berusaha keras dan bahkan sempat menyamakan kedudukan, sebelum akhirnya gagal meraih kemenangan karena penalti di menit terakhir.
Di sisi lain, Conceicao merasa positif dengan respons para pemain selama sesi latihan, yang menunjukkan mereka masih percaya dengan pendekatan yang dia terapkan meski situasi sulit ini telah berlangsung sejak awal musim.
Conceicao juga menambahkan bahwa ia belum memiliki cukup waktu untuk memfokuskan diri pada aspek taktik dan kebugaran, mengingat jadwal pertandingan yang padat setiap tiga hari.
Dia baru saja bergabung dengan tim beberapa bulan yang lalu, sehingga proses adaptasi masih berlangsung.
Ketika ditanya tentang ketidakseimbangan antara serangan dan pertahanan, di mana banyak pemain Milan terlihat fokus untuk menyerang namun kurang intensitasnya dalam bertahan, Conceicao menegaskan bahwa hal ini sedang mereka perbaiki.
Ia menekankan bahwa soliditas pertahanan sama pentingnya dengan kemampuan menyerang.
Conceicao percaya bahwa Milan memiliki pemain-pemain dengan kualitas teknis yang bisa membuat perbedaan di lini serang, namun mereka juga harus lebih fokus pada soliditas tim dan saling mendukung dalam bertahan.
Baca Juga:Bikin AC Milan Krisis, Zaccagni Sebut Pedro Paling Pas Mengeksekusi Penalti Lazio di Detik-Detik AkhirDrama Menegangkan di San Siro, Veteran Lazio Pedro Hancurkan Harapan AC Milan dengan Penalti Terakhir
Pelatih Milan itu menegaskan bahwa pendekatan ini selalu menjadi filosofi dalam tim-tim yang dia latih, meskipun di Milan dia menemukan pemain dengan karakteristik yang berbeda.
Dia sepenuhnya setuju dengan analisis yang menyebutkan bahwa tim harus lebih fokus untuk mempertahankan keseimbangan antara serangan dan pertahanan agar bisa meraih hasil maksimal. (Sandy AW)
Sumber: Football Italia
