Tidak hanya itu, ia juga menekankan supaya Jalur Cihideung yang dalam waktu dekat rampung penggarapan fisiknya sudah harus disiapkan konsep dalam mengatur lokasi pedagang. Diformulasi sematang mungkin agar minim ekses saat desain akhir diterapkan. “Utamanya pola penataan PKL Cihideung. Bagaimana bisa memelihara atau bahkan tidak mereduksi kondisi sekarang yang sudah tertata dan lebih baik. Justru penempatan pedagang bisa mendukung kondisi yang sekarang, lebih memperindah dan mempercantik yang sudah ada,” tegas dia.
Pihaknya khawatir apabila tidak matang upaya penataan di HZ Mustofa dan Cihideung dengan kondisi eksisting hari ini sudah begitu luar biasa. Berbalik menjadi percuma, ketika tidak matang dalam menempatkan para pedagang. “Penataan PKL harus menambah nilai keindahan ketertiban, estetika disana. Kami persilakan pemkot menggarap seserius mungkin konsepnya, karena sudah dapat apresiasi dari berbagai pihak dari sisi estetika saat ini, harus finishing touch yang lebih bagus lagi,” harapnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Muslim MSi menambahkan sejak awal pihaknya meminta pemkot mematangkan rencana itu. Sebelum program penataan dilanjut ke ruas jalan HZ Mustofa lainnya bisa dievaluasi terlebih dahulu.
Baca Juga:Empat Parpol TereliminasiMA IPNU Tasik Mulai Panaskan Mesin
“Makanya kita tidak setuju untuk dianggarkan lanjutannya tahun depan. Supaya yang sekarang dievaluasi dulu, kan masih banyak ekses yang muncul saat penataan dilakukan. Itu juga kan belum terlihat solusi konkretnya seperti sarana parkir, penempatan pedagang dan ekses lain, fisiknya saja yang sudah terlihat perubahan,” bebernya. (igi)
[/membersonly]
Belum berlangganan Epaper? Silakan klik Daftar!
