Penerbangan Perdana dari BIJB Kertajati ke Bandara Nusawiru Kabupaten Pangandaran Segera Dilakukan, Cek Waktunya

BIJB Kertajati
Penerbangan perdana dari BIJB Kertajati ke Bandara Nusawiru segera dilakukan. (Deni Nurdiansah/Radartasik.id)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Penerbangan perdana Citilink dari BIJB Kertajati menuju Bandara Nusawiru direncanakan mulai Oktober 2023. Hal itu ditegaskan Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata.

H Jeje Wiradinata mengatakan, awalnya penerbangan perdana Citilink akan dilaksanakan akhir Agustus lalu. “Namun karena ada masalah teknis akhirnya ditunda,” katanya, Minggu 24 September 2023.

Ia mengatakan, dengan adanya pembukaan penerbangan maskapai Citilink dari BIJB Kertajati ke Bandara Nusawiru akan membuka lebar akses ke Kabupaten Pangandaran. “Terutama untuk pariwisata, waktu tempuh ke Pangandaran lebih singkat,” ucap H Jeje Wiradianata.

Baca Juga:Polisi Beberkan Alasan Tersangka Warga Negara Asing Tak Ditahan dalam Kasus PerusakanBelajar Outdoor, 447 Anak Raudhatul Athfal Kabupaten Garut Dikenalkan Profesi Masinis dan Pemadam Kebakaran

Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran Kusdiana menjelaskan, tadinya akan ada penerbangan perdana dari BIJB Kertajati ke Bandara Nusawiru.

“Mungkin karena ada masalah teknis, karena pihak Citilink harus melakukan survei dan sebagainya akhirnya ditunda dulu,” terangnya.

Dirinya mengatakan, saat ini baru ada satu maskapai di Bandara Nusawiru yakni pesawat Susi Air, yang melayani penerbangan dari Pangandaran ke Jakarta dan Jakarta ke Kabupaten Pangandaran.

Jam operasionalnya mulai Senin hingga Sabtu. “Kita tinggal menambah penerbangan dari daerah lain. Nanti kita menjaring penumpang atau pengunjung seperti penerbangan dari Bali, Yogyakarta, Malaysia di Bandara Kertajati lalu diarahkan ke Pangandaran. Atau yang dari Bandung direct ke Pangandaran,” terangnya.

Citilink Hitung TOC untuk Penerbangan BIJB Kertajati ke Bandara Nusawiru

Sementara itu, kata Kusdiana, pihak Citilink akan menghitung TOC (Total Operasional Cost) terlebih dahulu terkait penerbangan ke Bandara Nusawiru.

“Kita ingin pesawat jenis ATR yang jumlahnya 70, misal di minggu pertama baru ada 30 persen dan titik akhirnya di 70 persen, nanti yang 40 persen disubsidi, jadi ada simulasi-simulasi dan kita sedang menunggu itu,” ucapya.

Beberapa waktu lalu, kata dia, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat mengutarakan keinginan menerapkan harga tiket di angka Rp 750 ribu. “Berarti harus ada subsidi,” ungkapnya. (*)

0 Komentar