BANJAR – Sudah tiga tahun Pasanggiri Mojang dan Jajaka Kota Banjar tidak dilaksanakan. Rencananya, tahun ini akan kembali digelar tanpa bantuan anggaran dari Pemerintah Kota Banjar.

“Paguyuban Mojang dan Jajaka Kota Banjar sudah tiga tahun terakhir tidak melaksanakan event kreatif Pasanggiri Mojang dan Jajaka. Hal tersebut terjadi karena tidak ada anggaran dari pemerintah. “Semua anggaran dipotong dan difokuskan untuk penanganan Covid-19 dan juga pemulihan ekonomi,” kata ketua pelaksana event kreatif Pasanggiri Mojang dan Jajaka Kota Banjar Tahun 2022 Rizky Nurhidayat, Minggu (6/3/2022).

Ia menyebut, Mojang dan Jajaka Kota Banjar adalah perwujudan dari generasi muda unggulan yang dapat memerankan dirinya sebagai ‘obor’ (penerang), khususnya dalam gerakan kebudayaan dan kepariwisataan di Kota Banjar. “Layaknya agen of change, Mojang dan Jajaka harus mampu membawa perubahan bagi dirinya sendiri dan lingkungannya untuk membuat perubahan positif. Untuk itu pelaksanaan even kreatif pasanggiri merupakan kegiatan yang produktif dan inovatif untuk generasi muda. Namun sayang sekali dalam tiga tahun terakhir ini sepertinya mati suri,” katanya.

Pada tahun 2020, tambah dia, sebenarnya akan dilaksanakan event Pasanggiri Mojang dan Jajaka. Bahkan Dispora sudah siap memfasilitasi kebutuhan anggaran. Namun karena saat itu Covid-19 baru merebak di Indonesia, pelaksanaan event pun dibatalkan.

“Pada tahun 2022 ini Paguyuban Mojang dan Jajaka ingin event pasanggiri ini dilaksanakan karena saat ini perlu pengembangan SDM, regenerasi Moka kedepannya. Apalagi Mojang dan Jajaka Kota Banjar harus bisa mengirimkan perwakilannya ke Pasanggiri Mojang dan Jajaka tingkat Jawa Barat,” katanya.

Pihaknya berharap pembentukan panitia secara mandiri dapat berguna untuk mempersiapkan sosok-sosok generasi muda unggulan. “Meskipun saat ini Dispora sudah mengkonfirmasi bahwa anggaran untuk event Pasanggiri 2022 tidak ada, namun Paguyuban Moka berusaha untuk mencari solusi lain yaitu dari sponsorship.

Pihaknya terbuka untuk berkolaborasi dan bekerja sama dengan semua pihak dalam penyelenggaraan event pasanggiri. “Paguyuban Mojang dan Jajaka Kota Banjar juga mempunyai komitmen untuk bisa mempromosikan pariwisata di Kota Banjar dan produk kreatif UMKM, karena salah satu keunggulan yang dimiliki Paguyuban Moka adalah memiliki Mojang dan Jajaka yang selalu aktif di media sosial, sehingga jaringan followers-nya cukup banyak,” ujar dia. (cep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: