Emosi Serumpun
“INDONESIA itu sudah seperti negerinya yang kedua,” ujar sahabat Disway asal Malaysia. Saya bertanya kepadanya: bagaimana bisa Anwar Ibrahim, perdana...
“INDONESIA itu sudah seperti negerinya yang kedua,” ujar sahabat Disway asal Malaysia. Saya bertanya kepadanya: bagaimana bisa Anwar Ibrahim, perdana...
IA tidak terbukti memperkaya diri. Juga tidak terbukti memperkaya orang lain. Tidak pula merugikan keuangan negara. Tapi ia dihukum. Ia...
TEMAN-teman memanggilnya “Ilo”. Itulah nama kodenya saat masih jadi wartawan di Surabaya. Inisial (ilo) selalu tertulis di belakang berita yang...
EMPAT mahasiswa dibunuh. Jam 03.00 dini hari. Di rumah kontrakan mereka. Tiga cewek, satu cowok. Mereka tidur di dua kamar...
TAHUN 2022 ini kita tutup dengan happy ending: perkawinan kolosal di Yogyakarta dan Solo. Semua bahagia. Pengantinnya maupun masyarakat awam....
USAI senam pagi saya buka HP. Ups… Sudah ada WA dari Prof Dr Puruhito: 06.44. Soal tulisan di Disway edisi...
TIDAK semua direktur rumah sakit berfungsi dengan baik. Terutama di rumah sakit pemerintah. Pusat dan terutama daerah. Beda dengan di...
INI bukan cerita bagi para penggila kuliner. Tidak usah dibaca. Ini khusus bagi jenis orang yang seperti ini: memuliakan tubuh...
SAYA pun dipaksa kembali mengamati data Covid Tiongkok. Juga menghubungi sahabat Disway yang di sana: ternyata jumlah penderita baru Covid...
SAYA menghubungi sahabat Disway yang lagi sekolah menjadi dokter spesialis di Inggris. Tentu saya ingin tahu apa yang dilakukan di...
TENTU banyak anak muda seperti Lutfiya ini: yang begitu lulus S1 cari beasiswa untuk bisa ke S2. Pasti juga banyak yang...
TAHUN ini tidak happy ending bagi GoTo. Harga sahamnya, di pasar modal, Anda sudah tahu: seperti tahu dipukul palu. Tinggal...
UNTUNG Argentina juara. Rakyat di sana bisa melupakan krisis ekonomi yang lagi memburuk. Pesta rakyat bisa melupakan inflasi yang lagi...
BAGI Tung Desem, tiap hari selalu tanggal 22 Desember: Hari Ibu. Cintanya pada ibunya tidak hanya setahun sekali. Setiap bulan...
”BANYAK membaca, pikiran terbuka. Banyak bacaan, jadi toleran”. Yang merumuskan kalimat bagus itu putra Blora. Rumahnya penuh buku. Sejak SMP...
Gara-gara menulis drh Yuda, saya banyak dimarahi Dewi Kwan Im minggu ini. Terutama ketika saya membuka pantat untuk disuntik protein-sel...
RIFDA tergolong telat tahu: bahwa gugusan Pulau Widi sudah ada yang punya. Ketika meninggalkan Widi sore itu (lihat Disway kemarin)...