Gak Bahaya Ta? Harga Cabai Rawit Bisa Terus-Terusan Naik Sampai Akhir Tahun 2023

Gak Bahaya Ta? Harga Cabai Rawit Bisa Terus-Terusan Naik Sampai Akhir Tahun 2023
Salah seorang pedagang sayur dan cabai menjajakan dagangannya di Pasar Paancasila, Selasa (7/11/2023). (foto : Rangga Jatnika)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Masalah kenaikan harga cabai rawit yang semakin merangkak naik tidak bisa disepelekan. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai akhir tahun 2023.

Sebagaimana di ketahui, harga cabai rawit di pasaran terus berubah semakin mahal. Di pasar tradisional harganya mencapai Rp 100 ribu dan di Supermarket bisa tembus Rp 120 ribu.

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Tasikmalaya Andi Lala mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut efek dari kelangkaan. Karena efek el nino membuat hasil pertanian menjadi buruk. “Bukan hanya gagal panen, tapi gagal tanam,” ungkapnya kepada Radartasik.id, Selasa (7/11/2023).

Baca Juga:Parodikan Lagu Ikan Dalam Kolam, Guru Agama di Tasikmalaya Viral di TiktokKLASIK! Sudah 5 Tahun Eks Terminal Cilembang Diminta Agar Dibongkar, Alasannya Selalu Anggaran

Selama kondisi cuaca belum mendukung, petani tidak mau ambil risiko untuk menanam cabai rawit. Jika melihat prakiraan dari BMKG, cuaca belum bersahabat untuk pertanian sampai akhir tahun. “Ya artinya tahun depan mungkin ketersediaan dan harga cabai rawit bisa normal lagi,” ucapnya.

Kendati demikian, persoalannya harga cabai rawit sendiri terus naik dalam hitungan hari. Ketika semakin langka, maka otomatis harga pun akan terus naik. “Kalau kondisinya seperti ini terus, harganya juga bisa terus naik lagi,” terangnya.

Disinggung hal ini akan membuat inflasi di Kota Tasikmalaya menjadi lebih parah, menurutnya hal itu sangat mungkin terjadi. “Kalau memang kenaikan harga cabai rawit memicu inflasi, artinya di akhir tahun ini inflasinya bisa semakin parah,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya melihat belum ada langkah yang dilakukan oleh pemerintah. Khususnya untuk membantu para petani lokal untuk bisa mendukung ketersediaan cabai rawit. “Belum ada solusi dari pemerintah juga, mungkin mereka juga menyerah,” katanya.

Mengandalkan suplai dari luar daerah pun menurut Andi bukan solusi efektif. Selain kelangkaan ini terbilang merata, harga suplai dari luar daerah bisa semakin tinggi. “Dan pasti saat ini suplier juga tidak akan begitu saja memberikan suplai barang yang banyak,” ujarnya.

Di Pasar Pancasila, harga cabai rawit domba ada di angka Rp 100 ribu per kilogram, Selasa (7/11/2023). Kenaikan juga diikuti oleh harga-harga cabai jenis lainnya.

0 Komentar