Kebijakan Royalty Membingungkan

BEKERJA. Pengelola Remidial Caffe, Asep Rismawan menuangkan kopi untuk pelanggannya, Selasa (6/4/2021). Dia keberatan membayar royalti untuk setiap lagu yang diputar di kafenya.

TAWANG – Kebijakan pemerintah soal pelaku usaha dan penyelenggara kegiatan yang harus membayar royalti lagu bagi pemilik hak cipta dinilai membingungkan. Terlebih, teknis pembayaran royalti tersebut pun belum begitu jelas.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021, pelaku usaha harus membayar royalti untuk setiap lagu yang diputar di tempat usaha mereka.

Restoran, kafe, pub, bar, bistro, kelab malam, diskotek, semua angkutan umum (pesawat udara, bus, kereta api dan kapal laut), bioskop, nada tunggu telepon, bank, kantor, pertokoan, pusat rekreasi, lembaga penyiaran televisi dan radio, hotel beserta semua fasilitasnya dan tempat karaoke.

Baca selengkapnya/berlangganan , disini

Be the first to comment on "Kebijakan Royalty Membingungkan"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: