Berawal dari passion senang berbincang, Olivia Darmawan menjadi penyiar radio. Sukses. Jalan itu membawanya untuk kesuksesan berikutnya: menjadi founder Taravty Projects.

Sukses Melakukan yang Terbaik

KOMPAK DAN SUKSES. Tim Taravty Projects sukses melaksanakan event & wedding organizer berskala nasional. Mereka kompak, profesional, inovatif dan visioner.

Dia kini sukses memimpin event & wedding organizer Tasikmalaya. Bahkan kesuksesannya sampai kancah nasional.

Perempuan kelahiran Tasikmalaya ini awalnya senang menulis di majalah dinding sekolah. Dia juga berkegiatan seni di sanggar. Lalu merambah ke dunia pembawa acara atau master of ceremony (MC) dan penyiar radio.

“Saat ada bumi perkemahan SMA tak sengaja membuat radio dengan saya menjadi penyiarnya. Ternyata banyak atensi suara bagus saat membacakan request untuk teman-teman,” ujarnya. Itu yang membuatnya mulai menyukai dunia penyiaran radio. Dia pun berkarier di radio eMDiKei 2005 dan Style Radio 2006.

Setelah mempunyai potensi diri dalam kepenyiaran, dia menekuninya. Tetapi tidak selamanya mudah. Ada tantangan. Orang tuanya kala itu kurang menyukainya menjadi penyiar radio ataupun MC. Dia membuktikannya. Sukses.

Olivia Darmawan

“Dulu MC dan penyiaran radio belum diakui sebagai pekerjaan. Namun dengan pembuktian nyata walau sebagai penyiar EO dan WO bisa survive (bertahan hidup, Red),” alumnus UBSI Tasikmalaya ini.

“Saat ini pun mereka sudah percaya apa yang dilakukan oleh saya, karena mampu mandiri dan berhasil membangun sebuah event & wedding organizer,” tambahnya.

Kepercayaan itu terbuka saat berkecimpung 10 tahun di dunia penyiaran. Karena membawanya mendapat kesempatan memulai menggarap event organizer (EO) sampai bertambah menjadi wedding organizer (WO). Dia pun tidak membuang-buang sia-sia kesempatan emas ini.

“Berdirilah 2015 membuat bendera Taravty Projects. Dibuatnya ini bersama teman-teman seprofesinya,” ujarnya anak pertama dari tiga saudara itu.

Dia belajar untuk mengelola bisnis event & wedding organizer. Kian didalami, kian suka. Itu membuatnya jatuh cinta.

Dia pun membangun tim yang solid. Intinya saling percaya. Berkat kepercayaan dan kerja sama pasti bisa mencapai sukses bersama-sama.

“Tipe kepemimpinan saya adalah kekeluargaan namun tetap profesional. Sehingga tim harus bisa melaksanakan sesuai dengan job deskripsi masing-masing dengan penuh tanggung jawab,” kata dia.


Bersama timnya, dia bekerja keras, kerja cerdas, dan kerja sama meraih kesuksesan. Jadi, bukan bagaimana menghadapi kompetitor. Namun konsisten kerja benar menghasilkan benar juga.
“Dengan kekuatan tim juga sangat berpengaruh bagi kesuksesan,” ujarnya.

Dia berusaha menyeimbangkan Taravty Projects sebagai EO dan WO. Dikombinasikan. “Akhirnya Taravty ini bisa dikenal EO bukan hanya WOnya saja,” jelasnya.

Pengalaman selama 15 tahun di dunia penyiaran mampu membuatnya melihat perkembangan EO dan merasakan WO. Terutama dalam 5 tahun terakhir.

“Kelebihannya dalam menyervis klien dengan kerja sama tim bagus. Maka selama nahkodai bisnis creator event mengemasnya dengan atraktif,” ujarnya.

“Kalau WO semua platform sama. Namun kita akan mengemas yang berbeda dari momentumnya dari pembawa MC, komposisi kekompakan tim dan servis dengan maksimal,” paparnya.

Selain itu, timnya melakukan pendekatan lebih kepada klien. Itu agar mengetahui keinginan sang klien. “Sehingga mampu melaksanakan sesuai dengan keinginan mereka,” ujarnya.

Setelah melihat apa yang dibutuhkan klien, dia mentransfernya kepada timnya yang profesional itu. Dia meyakini ketika segala hal sudah dipersiapkan, maka 50 persen kesuksesan akan datang. Sebaliknya event tanpa perencanaan akan mendapatkan kegagalan.


“Aku menyakinkan kepada mereka (klien) bahwa Taravty punya SDM yang mumpuni menjalankan event atau konsep yang diinginkannya,” ujarnya.

Saat ini dunia EO membutuhkan banyak improvisasi. Karena banyak perubahan acara. Itu bukan beban. Namun tantangan.

“Penuh konsentrasi saat pelaksanaan event organizer. Karena dituntut otak kita berpikir lebih cepat ketika ada perubahan acara,” katanya.

Sedangkan untuk di dunia WO, persiapannya panjang. Jadi jarang ada improvisasi. Namun menghadapi tantangan klien yang beda-beda kemauan. Dia menghadapinya dengan berusaha meyakinkan kliennya bahwa timnya profesional. Sudah menjalankan ratusan kali WO.

“Harus mengerti dan paham emosional mereka (klien). Dengan menjelaskan secara detail untuk memberikan pelayanan prima,” ujarnya.

Agar dapat terus dipercaya dan eksis, Taravty Projects konsisten mempersembahkan servis yang purna, inovasi dalam konsep atau sarana dan prasarana.


“Biasanya ketika WO ada gimmick, property lebih lengkap dan menarik, dan memberikan pelayanan dengan tim terbaik,” bebernya.

Ketika berinovasi dan ada yang mengikutinya, dia tidak merasa terganggu konsepnya dipakai. Tapi menjadi pacuan tidak boleh berhenti berkreativitas.

“Kuncinya tidak akan berhenti inovasi sehingga akan merasakan bedanya dengan lainnya,” ujarnya.

Dia mengaplikasikan inovasi saat menyelenggarakan resepsi pernikahan yaitu dengan memberikan edukasi: resepsi pernikahan adalah tradisi yang dibawa oleh keluarga. Namun berusaha menyisipkan era milenial dengan sentuhan tradisional.


“Wedding yang menggunakan adat istiadat dan konsep tradisional ini tetap bisa memberikan impian kaum milenial,” ujar perempuan yang memiliki motto hidup Melakukan yang Terbaik ini.
Dia melihat pesta pernikahan itu soal selera. Bukan persoalan budget-nya.

Dia memahami harus memahami emosional suatu pasangan maunya apa, sehingga akan melakukan terbaik dalam memberikan pelayanan. Karena momentum berharga sehingga tidak mungkin diulang kembali.

“Kita harus kasihkan kepercayaan kepada setiap klien bahwa tim Taravty mampu, karena memahami pernikahan adalah hal yang sakral dan sekali seumur hidup,” ujarnya.

Berkat inovasi, konsistensi memberikan pelayanan prima kepada kliennya, Taravty Projects diakui sebagai WO dan EO bertaraf nasional. Padahal dulu hanya projects kecil-kecilan dengan 3 temannya. Kini berjumlah 50 orang.

“Alhamdulillah Taravty Projects capaian sekarang bisa diakui event organizer yang bertaraf nasional dan dapat menggarap event wedding organizer selama lima tahun berturut-turut,” kata dia bangga. Dia bersama timnya suka refreshing ke pantai.


Sebagai bentuk apresiasi kesolidan timnya, kini dia sedang mempersiapkan event organizer seluruh Indonesia dalam bentuk virtual di era new normal.

Maka selain menggunakan tim, dia ingin berkolaborasi dengan teman-teman di Tasikmalaya. Karena sebuah capaian tanpa kolaborasi seperti tidak apa-apanya.

“Lebih suka melihat banyak orang ketimbang Taravty Projects digarap sendirian. Dengan kolaborasi lebih profesional,” ujar perempuan visioner ini. (riz)

Be the first to comment on "Sukses Melakukan yang Terbaik"

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: