CIAMIS, RADARTASIK.ID – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Giriharja, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jumat (6/11/2026) sore. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan puluhan rumah warga rusak, bangunan fasilitas umum terdampak, serta sejumlah pohon tumbang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mencatat sementara sebanyak 40 rumah mengalami rusak ringan. Selain itu, satu madrasah dan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mengalami rusak ringan, sedangkan satu pabrik penggilingan padi (huler) dilaporkan rusak berat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani ST MSi membenarkan kejadian cuaca ekstrem tersebut. Hujan deras yang disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa rumah warga. Beberapa atap rumah juga beterbangan akibat kuatnya terpaan angin.
Baca Juga:UU Reforma Agraria: Peluang Baru bagi Daerah, Asal Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya SiapBangun Karakter Siswa, Disdikbud Kabupaten Tasikmalaya Perkuat Tujuh KAIH
“Dampak sementara yang terlapor sebanyak 40 rumah rusak ringan, satu madrasah rusak ringan, satu pabrik huler rusak berat, dan KDMP rusak ringan, beberapa pohon tumbang,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/11/2026).
“Sedangkan untuk sementara korban jiwa masih nihil,” tambahnya.
Pasca kejadian, BPBD Kabupaten Ciamis langsung berkoordinasi dengan aparat setempat untuk melakukan penanganan. Petugas BPBD bersama Damkar, Tagana, aparat desa, warga, dan relawan lainnya turun ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang serta membersihkan puing-puing bangunan yang terdampak.
“Sekarang untuk pohon tumbang sedang dilakukan penganganan, atap rumah akan diganti dengan asbes. Sehingga tidak ada yang mengungsi,” ujarnya.
Hingga Jumat sore, petugas masih melakukan penanganan di sejumlah titik terdampak. Perbaikan atap rumah warga juga diupayakan agar masyarakat dapat kembali menempati rumah masing-masing tanpa harus mengungsi. (riz)
